Laporkan Masalah

Analisis komparatif pendapatan usahatani padi sawah penduduk lokal dan transmigran umum di Kecamatan Bungi Kota Bau-bau Provinsi Sulawesi Tenggara

MAWARI, Dr. Su Ritohardoyo, M.A

2010 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bungi Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian (1) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi sawah penduduk lokal dan transmigran umum, (2) mengkaji perbedaan pendapatan usahatani padi sawah penduduk lokal dan transmigran umum di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Sampel daerah penelitian dipilih dua kelurahan yang dapat mewakili kelurahan yang menjadi tempat penduduk lokal dan kelurahan yang menjadi tempat transmigran umum. Sampel responden diambil secara random sebanyak 80 responden yang masing-masing diambil 30 responden untuk penduduk lokal dan 50 responden untuk transmigran umum. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah atau lembaga terkait. Analisis data menggunakan teknik statistik regresi ganda dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas penguasaan lahan, curahan tenaga kerja, modal uang, penerapan teknologi, dan frekuensi penyuluhan secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 94,4 persen terhadap pendapatan usahatani padi sawah penduduk lokal dan sebesar 90,4 persen terhadap pendapatan usahatani padi sawah transmigran umum. Faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi sawah penduduk lokal dan transmigran umum adalah modal uang dengan nilai probabilitas 0,000 lebih kecil dari nilai α = 0,05. Berdasarkan hasil analisis, terdapat perbedaan pendapatan usahatani padi sawah yang signifikan antara penduduk lokal dan transmigran umum karena harga t-hitung = -2,895 lebih besar dari t-tabel = 1,991 untuk α = 0,05. Pendapatan usahatani padi sawah penduduk lokal, rata-rata Rp.10.750.333,33 per tahun, lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan usahatani padi sawah transmigran umum, rata-rata sebesar Rp.15.937.900,00 per tahun. Rendahmya pendapatan usahatani padi sawah penduduk lokal disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kemampuan mengadopsi teknologi, sedangkan transmigran umum mempunyai pendapatan usahatani padi sawah yang tinggi, karena transmigran umum telah memiliki pengalaman yang dibawah dari daerah asalnya dan mempunyai pengetahuan serta kemampuan yang tinggi dalam mengadopsi teknologi pertanian.

This research was implemented in Bungi sub- district, Bau- Bau district, South- East Sulawesi province. This research objectives (1) To learn about the factors which influence the rice farming work income of local resident and public transmigrant, (2) to learn the differences of the rice farming work income of local resident and public transmigrant in the research area. The research method used in this research is survey method. The research region samples chosen were two subdistricts to represent the subdistricts where were the general transmigrant settled in. The total respondent samplings were 80 which taken randomly and each taken 30 respondents for local residents and 50 respondents for public transmigrant. The primary collecting data implemented by interview technique and the secondary data obtained from government instance or the concerned institution. The data analysis applies the double regression statistic technique and t- test. The Research result shows that the land authorizing extensive factor, labor provided, monetary capital, technology appliance, and counseling frequency, give the significant effect collectively 94.4% for the rice farming work income of local resident and 90.4% for the rice farming work income of public transmigrant. The most influent factor for the rice farming work income of local resident and public transmigrant is monetary capital with the probability value 0.000 fewer than alfa= 0.05. Based on the analysis, there are significantly differences of rice farming work income between local resident and the public transmigrant because t-count = -2.895 greater than t- table = 1.991 for Alfa= 0.05. The rice farming work income of local resident, averaged 10,750,333.33 rupiahs per year, lower than the rice farming work income of public transmigrant, averaged 15,937,900.00 per year. The low rice farming work income of local resident caused by insufficiently knowledge and potency to adopt the technology, while the public transmigrant find the higher rice farming work income because they have experiences from their origin and they have the sufficient knowledge and potency in adopting the farming technology.

Kata Kunci : Usahatani,Padi sawah,Pendapatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.