Studi adsorpsi gas karbondioksida (CO2) pada batubara cekungan Sumatra Selatan dan Kutai
ANGGARA, Ferian, Dr. D. Hendra Amijaya, S.T., M.T
2010 | Tesis | S2 Teknik GeologiPemanasan global yang diduga disebabkan oleh peningkatan kadar karbondioksida CO2 di atmosfir telah menyebabkan perubahan iklim secara global. Salah satu alternative pengurangan emisi CO2 diatmosfir adalah dengan menginjeksikan ke dalam formasi geologi. Terdapat empat alternative formasi geologi yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan CO2 dan salah satunya adalah lapisan batubara. Lapisan batubara dipilih menjadi topic pada penelitian ini karena Indonesia mempunyai cadangan batubara yang besar sehingga dapat berperan aktof dalam gerakan global pengurangan emisi CO2, Salah satu cekungan penghasil batubara terbesar di Indonesia adalah cekungan Sumatra Selatan dan Kutai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kualitas batubara di cekungan Sumatra Selatan dan Kutai; dan (2) mengetahui kemampuan batubara untuk menyimpan gas CO2 dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Kualitas batubara didaerah penelitian ditentukan dengan menggunakan analisis proximate dan ultimate, nilai kalori, maseral, reflektansi vitrinit, XRD, specific surface area, permeabilitas dan swelling. Metode volumetric digunakan untuk menentukan volume adsorbs CO2. Up scaling dari skala laboratorium ke skala lapangan dilakukan untuk mengetahui laju injeksi CO2 dan pengaruhnya terhadap laju produksi CH4. Peningkatan batubara di daerah penelitian berkisar antara Sub-Bituminous C sampai dengan High Volatile Bituminous A dengan nilai Ro bekisar antara 0,44-0,70 %. Maseral didominasi oleh vitrinit (65-85%) sedangkan intertinit, liptinit dan mineral (non-organik) hadir dalam jumlah sedikit. Kandungan lengas, abu, zat terbang, dan karbon tertambat adalah 1,8-11,1; 1,0-18,4; 15,4-42,8; dan 37,1-78 (% wt. Adb). Nilai kalori berkisar antara 4884 sampai dengan 7936 Kcal/Kg, % adb dan Specific surface area adalah 0,92-5,26 m2/g N2 BET. Parameter Langmuir berkisar antara 1.773-2.932 mmol/g (V1) dan 5.353-16.021 MPa (rumus). Peningkatan volume adsorbs berbanding lurus dengan peningkatan peringkat batubara dan nilai karbon tertambat, tetapi berbanding terbalik dengan kadar lengas, abu dan mineral. Volume adsorbs akan meningkat dengan menurunnya ukuran butir dan bertambahnya tekanan. Berdasarkan kualitas dan factor-faktor yang mempenagruhinya, batubara di daerah penelitian mempunyai potensi yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai tempat penyimpanan CO2 di formasi geologi. Hasil simulasi pada skala lapangan menunjukkan peningkatan laju produksi CH4 sampai dengan sepuluh kali dan laju injeksi CO2 sebesar tiga kali dari laju produksi CH4 (5 Spot Model).
Available in Fulltext
Kata Kunci : Batubara,Adsorpsi CO2,Cekungan Kutai dan Sumatra Selatan