Pelaksanaan transaksi bagi hasil dalam budidaya beternak domba Garut :: Studi kasus di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat
SYARIPUDIN, Enceng Iip, Drs. Dumairy, M.A
2010 | Tesis |Kabupaten Garut memiliki potensi peternakan yang sangat baik. Produk unggulan peternakan Kabupaten Garut adalah domba dan sapi. Adapun domba yang paling terkenal di Kabupaten Garut adalah Domba Priangan atau di kenal dengan Domba Garut, dikatakan Domba Garut sebab dalam sejarah berasal dari tiga persilangan domba, yaitu domba Merino, domba Kaapstad, dan domba Lokal dari Wilayah Priangan, sehingga dalam perkembangan selanjutnya dikenal dengan nama Domba Priangan atau Domba Garut, karena awal persilangan dan perkembangan domba Priangan terbaik berasal dari daerah Garut. Untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak Domba Garut, maka di masyarakat Garut sudah menjadi tradisi secara turun-temurun dari orang tua dulu dengan menggunakan sistem pola bagi hasil, sebab dengan sistem ini merupakan salah satu sistem untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan dan menunjang perekonomian masyarakat terutama peternak disuatu perdesaan dan dengan melalui sistem pola bagi hasil di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat telah membuka lapangan kerja dan menambah pendapatan bagi peternak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil-hasil dari beternak Domba Garut terhadap kesejahteraan masyarakat setempat dan untuk menganalisis sistem pola bagi hasil yang diterapkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif, agar memperoleh data-data yang dapat diuji kebenarannya, relevan dan lengkap maka penulis menggunakan metode yang akan digunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah para peternak Domba Garut yang berjumlah 180 populasi dari 42 kecamatan, dengan jumlah sampel 60 responden dengan tekhnik Sampling Insidental dan Snowball sampling. Dari hasil beternak Domba Garut ternyata mempunyai nilai ekonomis yang tinggi ini terbukti dari total modal Rp 2.189.167 dapat menghasil nilai jual Domba Garut dalam satu minggu sebesar Rp 28.583.333,-. Kemudian pembagian bagi hasil keuntungan ternyata secara ekonomi konvensional tidak adil sebab pemodal yang mengeluarkan biaya yang lebih besar seharusnya lebih besar keuntungannya dibandingkan sebagai peternak yang mengeluarkan biaya yang sedikit ternyata lebih besar keuntungan yang didapat, tetapi ternyata dimasyarakat Kabupaten Garut disamping ada unsur bisnis ada unsur spritual (religi) yang lebih kental dibandingkan dengan bisnisnya, maka sekilas tidak adil kalau dilihat dalam pembagian bagi keuntungan, mereka melihat spritual (religi) yaitu kebahagian dunia dan akhirat.
Garut district has an excellent breeding potential. Garut farm superior products are sheep and cattle. The most famous sheep on Sheep Priangan Garut is familiar with or in Garut, Garut Lamb said, because in history came from three crossbred sheep, ie sheep, Merino, Kaapstad sheep, and goats from the Local Area Priangan, so in the later development known as Sheep name Priangan or Garut, since the beginning of the crossing and the development of best Priangan sheep originating from Garut district. To improve the welfare of farmers Garut, then the community has become a tradition Garut by generations of parents before using the system of revenue sharing scheme, because with this system is one system to accelerate the improvement of welfare and support economic sector in rural communities especially farmers and through profit sharing system in the Garut district of West Java province has opened up employment opportunities and increased income for farmers. The purpose of this study is to analyze the results from raising the welfare of Garut, local communities and to analyze the system of revenue sharing scheme that is applied. Kind research used is descriptive research with qualitative methods, in order to obtain data that can be tested for truth, relevant and complete the writer uses the method to be used survey methods. The population in this study is the Garut sheep breeder population numbering 180 from 42 districts, with a total sample of 60 respondents with incidental and Snowball sampling techniques sampling. From the results of Garut breed apparently has high economic value which is evident from the total capital of USD 2,189,167 can produce Garut selling points in one week for USD 28,583,333, -. Then the distribution for the results turned out to be conventional economic benefits unfairly because investors who had spent the greater should be greater than the profits compared to a farmer who had spent a slightly larger gain was obtained, but it turns out there besides the community of Garut business elements have spiritual elements (religion) is more viscous than the business, then a glimpse of unfair judging in the division of profits, they view the spiritual (religious) that is happiness in this world and the hereafter.
Kata Kunci : ternak domba,Bagi hasil,Garut