Strategi pembangunan sumber daya manusia dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah :: Studi di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
PURNOMO, Eko Budi, Prof. Drs. Kasto, MA
2010 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalSumber daya manusia merupakan modal dasar pembangunan, oleh karena itu kualitas sumber daya manusia senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Indeks Pembangunan Manusia merupakan salah satu cara yang dipergunakan untuk mengukur pencapaian pembangunan suatu daerah. Sebagai tolok ukur pembangunan tentu saja membuat masing-masing daerah bersaing untuk mencapai indeks yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembangunan sumber daya manusia dilihat dari ukuran Indeks Pembangunan Manusia dan mengetahui implikasi pembangunan sumber daya manusia terhadap ketahanan wilayah di Kabupaten Sleman. Metode yang dipergunakan untuk membahas permasalahan ini menggunakan metode kualitatif, dimana data diperoleh secara langsung baik dari observasi, wawancara maupun studi pustaka. Untuk memperoleh hasil maksimal dari pembangunan sumber daya manusia diperlukan strategi yang tepat. Stretegi yang ditempuh untuk meningkatkan hasil pembangunan sumber daya manusia di lakukan dengan cara pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Ketiga faktor ini merupkan faktor penentu dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia. Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran merupakan indikator yang perlu mendapat perhatian. Nilai indeks pembangunan manusia Kabupaten Sleman tahun 2009 untuk indeks kesehatan sebesar 82,67 sedangkan untuk indeks pendidikan sebesar 89,21 dan nilai pendapatan sebesar 66,35. Sedangkan nilai indeks pembangunan manusia secara menyeluruh adalah 79,41. Untuk tahun 2008 indeks pembangunan manusia Kabupaten Sleman menduduki peringkat 15 dari 477 Kabupaten/Kota di Indonesia. Sedangkan untuk tingkat propinsi indeks pembangunan manusia Kabupaten Sleman berada pada posisi ke dua di bawah Kotamadya Yogyakarta. Nilai indeks pembangunan manusia yang tinggi tidak bisa dipergunakan sebagai tolok ukur untuk mengukur ketahanan wilayah karena nilai indeks pembangunan manusia ditentukan dari komponen pendidikan, kesehatan dan pendapatan, sedangkan kondisi ketahanan wilayah ditentukan dari aspek asta gatra.
Human resource is development authorized capital, therefore quality of human resource always must be developed and pointed that can be reach purpose of expected. Human development index is one way utilized to measure attainment of development of an area. As development measuring rod of course makes each area to compete to reach maximum index. Intention of this research is to know development strategy of human resource from size human development Index and knows implication of development of human resource to regional resilience in Sleman Regency. Method utilized to study this problems applies qualitative method, where data is obtained directly either from observation, interview and also book study. To obtain maximum result from development of human resource is required by correct strategy. Stretegi gone through to increase result of development of human resource in doing by the way of requirement fill of health, education and earnings. Third this factor merupkan determinant in increasing human development index. Repair of education facilities and basic facilities, health and depress poorness number and unemployment is indicators requiring attention. Human development index value of Sleman Regency for the year 2009 to assess health index 82,67 while assessing to make an education index is 89,21 and purchasing power parity index is 66,35. While assessing making an Human Development Index is 79,41. For the year 2008 human development index Sleman Regency occupies rank 15 of 477 Regency/Town in Indonesia. For level of Human development index Sleman Regency stays on course second below under Yogyakarta Town. Human development index value is high cannot be utilized as measuring rod to measure regional resilience because human development index value determined from education component, health and economic, while condition of regional resilience determined from factor asta gatra.
Kata Kunci : Indeks pembangunan manusia,Sumber daya manusia,Usia harapan hidup,Angka melek huruf,Konsumsi riil per kapita dan strategi