Pemanfaatan modal sosial petani dalam pertanian berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah :: Studi modal sosial petani di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Yogyakarta
KETAREN, Amiruddin, Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini dilakukan didasari atas pemikiran bahwa modal sosial yang dimiliki petani dapat membantu mensejahterakan petani. Praktek-praktek pertanian dengan Revolusi Hijau sebagai acuannya ternyata banyak memusnahkan pengetahuan lokal dan modal sosial yang dimiliki masyarakat pedesaan, khususnya petani. Isu pertanian berkelanjutan (pertanian organik salah satunya) ternyata mampu menyadarkan kembali petani untuk kembali menggunakan pengetahuan dan nilai-nilai budaya pertanian yang dahulu dipraktekkan oleh nenek moyang yang lebih memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui dan memahami tentang modal sosial apa saja yang dimiliki masyarakat yang nantinya akan digunakan untuk melaksanakan pertanian yang berkelanjutan khususnya di Kabupaten Bantul. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif dengan analisa deskriptif. Data utamanya berasal dari wawancara, sedangkan kuesioner digunakan sebagai data tambahan. Teknik pengambilan sampelnya dengan Purposive Sampling, dimana peneliti menentukan informan dan responden penelitian dengan pertimbangan tertentu. Informan yang diwawancarai berjumlah 21 orang dan responden yang diberikan kuesioner berjumlah 40 orang. Keseluruhan responden adalah petani dengan sistem pertanian organik. Selain dengan pedoman wawancara dan kuesioner, data penelitian juga diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa masyarakat petani ternyata masih memiliki modal sosial. Modal sosial tersebut berbentuk (1) Nilai, Kultur, Persepsi yang berupa simpati, rasa berkewajiban, kepercayaan dan resiprositas (2) Institusi berupa civic engagement, asosiasi dan jaringan (3) Mekanisme berupa kerjasama dan sinergi antar kelompok. Hasil lainnya, pembangunan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani tetap harus dilakukan. Pembangunan tersebut dilakukan dengan cara (1) Membangun Teknologi yang bersifat pertanian berkelanjutan (2) Membangun Sumber Daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia (3) Pembangunan Kelembagaan yang dibutuhkan masyarakat. Pelaksanaan peningkatan pendapatan dapat dilihat dari pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakit, dimana perbandingan pembiayaan pertanian organik dengan pertanian nonorganik/ konvensional sangat signifikan perbedaannya. Pertanian organik juga mampu mendukung ketahanan pangan daerah, terutama dalam ketersediaan makanan sehat bagi masyarakat di Kabupaten Bantul. Distribusi hasil pertanian organik sudah dinikmati dengan mudah di tingkat lokal, bahkan sudah dijual ke luar propinsi. Namun, tingkat konsumsi masyarakat di Kabupaten Bantul masih rendah. Pangan organik lebih dinikmati oleh masyarakat dengan pendapatan menengah ke atas.
This research was conducted based on the premise that social capital is owned by farmers can help the welfare of farmers. Agricultural practices with a reference to the Green Revolution was a lot of local knowledge and destroy social capital owned by the rural people, especially farmers. The issue of sustainable agriculture (organic agriculture one of them) was able to revive farmers to re-use knowledge and cultural values of the first agriculture was practiced by our ancestors are more concerned with the preservation of the environment and natural resources. This research was conducted in order to know and understand about what social capital is owned by the public which will be used to implement sustainable agriculture, especially in Bantul district. This research was conducted with Qualitative and Quantitative approach with descriptive analysis. The main data came from interviews, while the questionnaire used as additional data. Technique of taking samples with a purposive sampling, in which investigators identified the informant and respondent research with particular consideration. Informants who were interviewed amounted to 21 people and given the questionnaire respondents numbered 40 people. Overall respondents were farmers with organic farming systems. In addition to the guidelines for interviews and questionnaires, research data was also obtained through observation and documentation. The results of this study show that farmers still have social capital. Social capital is shaped (1) Values, Culture, perception in the form of sympathy, a sense of obligation, trust and reciprocity (2) Institutions of civic engagement, associations and networks (3) The mechanism of cooperation and synergy among the groups. The other result, agricultural development to improve the welfare of farmers remains to be done. Construction is done by (1) Building Technology that is sustainable agriculture (2) Building Resources, both natural resources and human resources (3) Institutional Development of the community needs. Implementation of revenue growth can be seen from fertilizing and pest and disease eradication, where the ratio of organic agriculture with agricultural financing non-organic/convensional very significant difference. Organic farming is also capable of supporting the regional food security, particularly in the availability of healthy food for people in Bantul district. Distribution of organic agricultural products have enjoyed with ease at the local level, even already sold out of province. However, the level of private consumption is still low in Bantul district. More organic food enjoyed by people with middle to upper income.
Kata Kunci : Modal sosial,Pertanian berkelanjutan,Ketahanan pangan