Laporkan Masalah

Prediksi potensi pulp biji kakao dan proyeksi produksi etanol di Kabupaten Kepulauan Sula

MASUKU, Mustamin Anwar, Dr. Ir. M. Nur Cahyanto, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Teknologi Hasil Perkebunan

Kabupaten Kepulauan Sula merupakan penghasil kakao terbesardi Maluku Utara yang berpotensi untuk memproduksi plup biji kakao yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasil etanol. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memprediksi potensi plup biji kakao yang dapat dimanfaatkan untuk fermentasi etanol di Kabupaten Kepulauan Sula, mengkaji pengaruh penambahan amonium sulfat (NH4)2SO4 terhadap hasiletanol plup kakao menentukan proyeksi produksi etanol di Kabupaten Kepulauan Sula. Penentuan prediksi potensi plup biji kakao menggunakan metode konversi, penentuan. Selanjutnya biji kakao dipetik secara manual, kemudian dibelah dan diambil biji kakao secara aseptis. Analisis awal komposisi kimia plup biji kakao segar meliputi kadar glukosa, air, nitrogen, fosfor, kalium serta derajat keasaman (pH) dan angka asam. Diambil plup biji kakao sebanyak 100 ml, lalu dibuat dalam medium sebanyal 300 ml dan difermentasi selama 48 jam atau 2 hari. Dilakukan analisis pada interval waktu 12 jam. Analisis meliputi : analisis kadar gula reduksi metode nelson somogyi, analisis kadar etanol metode conway, pengukuran derajat keasaman metode pH meter dan penentuan jumlah yeast metode pour plate. Berdasarkan hasil penelitian dapat diprediksi plup biji kakao di Kabupaten Kepulauan Sula yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk memproduksi etanol sebesar 21 ton/hari. Fermentasi etanol dari plup biji kakao dengan penambahan ammonium sulfat (NH4)2SO4 1% yang dilakukan pada kondisi suhu ruang selama 2 hari dihasilkan etanol 5,25%. Kemudian dapat diprediksi bahwa plup biji kakao 21 ton/hari dapat dihasilkan etanol sebesar 0,9 ton etanol/hari. Penelitian ini juga kadar gula reduksi terendah perlakuan control fermentasi 2 hari sebesar 4,48%, selanjutnya untuk masing-masing perlakuan 0, 0,1 dan 1 (%) ammonium sulfat selama 2 hari sebesar 2,63, 0,94, dan 0,36 (%). Hasil pengukuran derajat keasaman perlakuan ammonium yaitu pada control 3,10, selanjutnya pada masing-masing konsentrasi 0, 0,1 dan 1 (%) ammonium sulfat selama 2 hari sebesar 4,30, 4,34, dan 4,33. Hasil penentuan jumlah yeast pada control sebesar 7,05 cfu/ml, untuk masing-masing perlakuan 0, 0,1, dan 1 (%) ammonium sulfat semala 2 hari yaitu 6,05, 7,74, dan 8,04(cfu/ml)

Kata Kunci : Pulp biji kakao,Ammonium sulfat,Etanol


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.