Analisis hubungan sosial ekonomi masyarakat dengan hutan tanaman industri dalam paradigma social forestry
AIDANINGSIH, Imas, Prof. Dr. Ir. Hasanu Simon, MS
2010 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPengelolaan Hutan Tanaman Industri di PT. Wirakarya Sakti sering mengalami hambatan dari masyarakat desa sekitar hutan antaralain berupa konflik lahan yang digunakan untuk keperluan kebun sawit dan karet. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis permasalahan sosial ekonomi masyarakat desa sekitar hutan, 2) menganalisis deskripsi kegiatan pengelolaan hutan oleh IUPHHKHT PT. Wirakarya Sakti 3) menyusun verbal model pembangunan hutan tanaman industri dalam paradigma Social Forestry. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan dan wawancara di 3 desa sekitar Distrik VI PT. Wirakarya Sakti yang meliputi : Desa Tebing Tinggi, Kelagian, dan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Metoda yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik adalah perencanaan pembangunan hutan masih cenderung menggunakan paradigma konvensional â€timber management†yang lebih mengutamakan forest enginering daripada social enginering. Di sisi lain motivasi masyarakat untuk bertani sangat rendah dibanding minat berkebun sehingga banyak lahan pertanian yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Verbal model management regime (MR) yang dipilih terdiri dari MR Kemitraan dengan pendekatan Forest Resources management dan MR Konservasi dengan pendekatan Forest Ecosistem Management. Karena kawasan distrik VI dominan bertopografi datar, maka pengelolaan lebih dititikberatkan pada fungsi ekonomi.
The management of industrial plant forest in PT. Wirakarya Sakti often faces obstacles in the form of conflicts with the surrounding people related to the land used for oil palm and rubber plantation. The study aims at 1) analysing the social-economic problems of the surrounding people, 2) analysing the description of the management of the forest by IUPHHKHT PT. Wirakarya Sakti, and 3) to formulate a verbal model of industrial plant forest development in sosical forestry paradigm. It is conducted using observatin and interview in three villages surrounding the Distrik VI PT. Wirakarya Sakti, which are Tebing Tinggi, Kelagian and Senyerang villages of Tanjung Jabung Barat District of Jambi Province. It employes a descriptive method. The results of the study show that the causal factor of the conflict is the forest development planning that tends to use conventional paradigm of â€timber management†and puts more emphasis on forest engineering than on social engineering. Additionally, the motivation of the surrounding people to engage in agricultural efforts is still low as compared to their interest to operate plantation so that there are many agricultural land that have not been optimally used. The management regime verbal model consists of partnership management regimee with forest resources management approach and concervation with forest ecosystem management approach. It is because the district is dominated by plane tophography and the emphasis must be put on the economic function.
Kata Kunci : Management regime,Pengelolaan hutan,Pembangunan hutan