Laporkan Masalah

Perbandingan tingkat sedasi antara premedikasi kombinasi ketamin oral 2 MG/KGBB dan midazolam oral 0,3 MG/KGBB pada anak-anak usia 2-6 tahun

NAPITU, Sabar H.V, Dr. Sudadi, SpAn.KNA

2010 | Tesis |

Latar belakang: Premedikasi pada anak bertujuan untuk sedasi, menghilangkan kecemasan, agar anak dapat dipisahkan dari orang tua, mengurangi ketakutan yang berhubungan dengan lingkungan operasi yang tidak dikenal dan menakutkan serta mempermudah induksi. Midazolam adalah salah satu obat premedikasi yang sering digunakan pada anak yang mempunyai beberapa keuntungan: aksi cepat, durasi pendek dan tidak ada efek samping yang signifikan. Ketamin dapat dijadikan sebagai alternatif untuk premedikasi anak, walaupun ketika digunakan sebagai premedikasi, obat ini belum efektif karena dapat menyebabkan sekresi berlebihan, disforia dan halusinasi. Tujuan penelitian: Penelitian ini membandingkan tingkat sedasi premedikasi kombinasi ketamin oral 2 mg/kgbb dan midazolam oral 0,3 mg/kgbb dengan premedikasi midazolam oral 0,5 mg/kgbb pada anak-anak usia 2-6 tahun. Metode penelitian: Rancangan penelitian menggunakan uji klinis acak terkontrol tersamar ganda, dengan besar sampel 96 pasien yang terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok A (ketamin oral 2 mg/kgbb dan midazolam oral 0,3 mg/kgbb) dan kelompok B (midazolam oral 0,5 mg/kgbb). Pengukuran dilakukan berdasarkan tingkat sedasi, laju nadi, laju nafas dan saturasi oksigen setiap 5 menit mulai dari menit ke-0 hingga menit ke-30. Analisis data menggunakan uji independent t-test dan chi-square, tingkat kepercayaan 95%, dan dianggap bermakna bila p<0,05 serta sangat bermakna bila p<0,01. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan tingkat sedasi sangat bermakna pada kedua kelompok pada menit ke-10 hingga menit ke-30 setelah pemberian premedikasi (p < 0,01). Pengukuran keberhasilan sedasi pada kedua kelompok adalah sedasi tinggi pada skala (2-4) dan sedasi rendah pada skala (0-1). Pada menit ke-30 keberhasilan sedasi tinggi (98% kelompok A vs 63,8% kelompok B), sedangkan keberhasilan sedasi rendah (2% kelompok A vs 36,1% kelompok B). Kesimpulan: Premedikasi kombinasi ketamin oral 2 mg/kgbb dan midazolam oral 0,3 mg/kgbb memberikan tingkat sedasi lebih tinggi dibandingkan premedikasi midazolam oral 0,5 mg/kgbb pada anak-anak usia 2-6 tahun (p < 0,01).

Background: Premedication in children is aimed at giving sedation, alleviating anxiety, easing the separation of the children from their parents, reducing children’s scare of unfamiliar and scare-stimulating operation environment and speeding up the induction. Midazolam is one of premedicative drugs commonly used in children which has the following advantages: quick action, short duration and no significant side effect. Ketamine can be used as an alternative for children premedication eventhough it has not been proven to be effective because it can cause an excessive secretion, dysphoria and hallucination. Objective: This research is intended to compare sedation level of premedication between combined oral ketamine 2 mg/kgbw and oral midazolam 0.3 mg/kgbw with oral midazolam 0.5 mg/kgbw in children aged 2-6 years old. Methode: The research design was double-blinded randomized controlled trial. The research subjects are 96 patients divided in 2 groups, group A (combination of oral ketamine 2 mg/kgbw and oral midazolam 0.3 mg/kgbw) and group B (oral midazolam 0.5 mg/kgbw). Measurement of sedation level, pulse rate, breath rate and oxygen saturation were conducted each 5 minute from minute 0 to minute 30. Data was analyzed by using independent t-test and chi-square at the confidence level of 95% and the results were considered to be significant if p<0.05 and very significant if p<0.01. Result: The result of the study showed that the sedation level was very significant at the two groups in minute 10 to minute 30 after premedication given (p<0.01). The measured sedation level of the two groups were considered to be high sedation at the scale (2-4) and low sedation at the scale (0-1). The high sedation level of group A and group B was 98% and 63.8% respectively. The low sedation level of group A and group B was 2% and 36.1% respectively. Conclusion: Premedication with the combined oral ketamine 2 mg/kgbw and oral midazolam 0.3 mg/kgbw resulted in higher sedation level than oral midazolam 0.5 mg/kgbw (p <0.01) in children aged 2-6 years old.

Kata Kunci : Tingkat sedasi,Premedikasi,Midazolam,Ketamin, sedation level, premedication


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.