Pengaruh pemberian informasi tertulis terhadap tingkat pemahaman, kepuasan dan kecemasan pasien fraktur shaft femur pada proses informed consent
PRATOMO, Kisli Setiawan, dr. Rahadyan Magetsari, Ph.D, SpOT,FICS
2010 | Tesis |Pendahuluan: Saat ini, telah terjadi pergeseran dramatik pola hubungan dokter dan pasien. Pola hubungan patemalistik dokter-pasien, secara berangsur-angsur telah berubah menjadi hubungan sebagai mitra. Informed consent sering merupakan penyebab utama adanya rasa tidak puas terhadap pelayanan dokter bedah. Banyak peneliti telah membuktikan bahwa pasien yang menyatakan persetujuan untuk tindakan bedah yang akan dilakukan pada dirinya, pasien sudah pahambetul akan informasi yang telah diberikan sebelum tindakan bedah dilaksanakan dan hal ini memberikan hasil yang baik berupa rasa puas, tetapi tidak pada proses ebaliknya. Beberapa metode pemberian informasi yang sering dipakai adalah informasi tertulis, leaflet, booklet, audiotape and videotape.Metode: Tingkat pemahaman, tingkat kepuasan terhadap informasi, dan tingkat kecemasan pre operasi pasien dengan fraktur femur diukur dengan kuisioner. Kemudain dilakukan analisis data secara univariant dan bivariant.Hasil: Pemberian informasi tertulis mengenai fraktur shafit femur pre onformed consent meningkatkan pemahaman (p<0,05) dan kepuasan terhadap informasi (p<0,05), tetapi tidak mempengaruhi tingkat kecemasan pre operasi (p>0,05).Kesimpulan: Pemberian informasi tertulis pre informed consent meningkatkan pemahaman dan kepuasan tetapi tidak mempengaruhi kecemasan.
Available in Fulltex
Kata Kunci : Informasi tertulis,Informed consent,Fractur shaft femur,Tingkat pemahaman,Tingkat kepuasan terhadap informasi