Isolasi fenol dari minyak tar hasil pirolisis cangkang sawit melalui proses perengkahan (Cracking)
NISA, Bahjatun, Prof. Dr. Ir. Purnama Darmadji, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Teknologi Hasil PerkebunanKelapa sawit merupaka nsalah satu komoditi terbesar di Indonesia. Perkembangan peningkatan perkebunan kelapa sawit terus memberikan konsekuensi pada peningkatan limbah cair Mupun padat, sehingga perlu dilakukan usaha untuk pengelolaannya. Cangkang sawit merupakan salah satu limbah padat yang dihasilkan pad aproses pengolahan Crude palm Oil (CPO) yang cukup banyak. Saat ini cangkang sawit banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan asap cair dengan proses pirolisis. Pada proses pirolisis ini dihasilkan tiga prosuk yaitu asap cair, tar, dan gas-gas yang tidak terkondensasi. Tar umumnya mengandung banyak fenol, sehingga berpotensi sebagai sumber fenol yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai industry kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan fenol dari minyak tar hasil pirolisis cangkang sawit dengan proses cracking (perengkahan). Tar hasil pirolisis cangkangsawit digunakan sebagai umpan pada proses perengkahan (cracking) dengan menggunakan katalis zeolit pada variasi rasio umpan/katalis, yaitu 100:2, 100:3. Kemudian proses perengkahan berlangsung pada tiga variasi suhu, yaitu 300, 350, dan 4000C. Pad proses perengkahan ini terjadi kenaikan kandungan fenol dalam tar cangkang sawit. Analisa terhadap produk dari hasil perengkahan dilakukan dengan menggunakan GC dan GC-MS. Setelah dilakukan proses perengkahan kemudian dilakukan isolasi fenol dengan mengekstrasi minyak tar hasil perengkahan menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 2M, 3M, 4M, dan 5M. Pada penelitian ini, terjadi peningkatan kadar fenol pad aminyak tar, selain itu juga terjadi pemutusan rantai hidrokarbon dengan dihasilkannya hidrokarbon-hidrokarbon rantai sedang C10 dan C12, hal ini membuktikan terjadinya proses perengkahan. Pada penelitian ini diperoleh rendemen minyak tar yang tertinggi, yaitu sebesar 24,87 % pada kondisi suhu 4000C dan rasio umpan/katalis 100:2. Untuk analisa kadar fenol dengan gas kromatografi diperoleh kadar fenol yang tertinggi, yaitu 47,64% pada kondisi suhu 4000C dengan rasio umpan/katalis 100:3. Sedangkan untuk ekstraksi fenol dengan larutan NaOH dari minyak tar diperoleh hasil yang optimal, yaitu sebesar 8,02%.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Cracking,Tar,Cangkang sawit,Fenol