Kajian partisipasi masyarakat Adat Malind Anim sebagai dasar perencanaan tata ruang berbasis lingkungan di Kabupaten Merauke
RUMBIAK, Wika Avelino, Prof. Dr. Suratman, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan LingkunganPartisipasi Masyarakat Adat Malind Anim di Kabupaten Merauke Propinsi Papua merupakan bentuk respon positif komunitas adat terhadap tata ruang dan masalah lingkungan. Dimana Masyarakat Adat dituntut dan diwajibkan untuk berperan serta aktif di dalam perencanaan tata ruang. Di sisi lain kesempatan dan ruang partisipasi masih sangat terbatas untuk mewujudkan desentralisasi pembangunan. Masyarakat Adat Malind Anim memberikan pemahaman keruangan yang terkonsep secara nyata di dalam peta mental Masyarakat Adat yang diwariskan secara turun-temurun dan tertuang dalam bentuk peta partisipatif dan persepsi yang menghasilkan konsep-konsep keruangan dan aturan-aturan, kearifan tradisional dan peran secara adat yang mengikat perilaku terhadap pola keruangan tersebut. Meskipun peta mental dapat terdegradasi karena pergeseran-nilai-nilai budaya karea proses adaptasi dan seleksi. Adapun bentuk peta mental Masyarakat Adat mencirikan tanggungjawab adat Masyarakat terhadat ruang-ruang adat, dan cerminan peta mental dinyatakan dalam motivasi, respon dan sikap partisipasi baik yang bersifat spontan dan manipulatif karena masih diarahkan dan dikendalikan meskipun tanpa paksaan. Pendekatan kualitatif dengan induksi konsep dapat mendeskripsikan konsep-konsep peta mental yang terealisasi dan partisipasi aktif yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan implementasi pembangunan. Koordinasi antara para pihak untuk menyamakan persepsi yang sama tentang konsep keruangan dan proses partisipasi dapat mewujudkan implementasi konsep pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan nilai-nilai ekologi diatas nilai-nilai ekonomi.
Participation of Malind Anim Traditional Peoples of Merauke in Papua Province is positive response to spatial planning and environmental problems. They prosecuted and required to participate actively in spatial planning. On the other side the opportunity and space to participation is very limited to achieve decentralization of development. Malind Anim Traditional Peoples provide a spatial understanding conceptual significantly in the mental map of Traditional Peoples passed on by generations and stated in the form of participatory and perceptual maps that generate spatial concepts and rules, traditional knowledge and customary role of a binding behavior of these spatial patterns. Although the mental map can be degraded due to the cultural values because process of adaptation and selection. The shape of the mental map of Traditional Peoples characterize customary responsibilities for traditional spaces, and a reflection of the mental map is expressed in the motivation, responses and attitudes of both spontaneous participation and manipulative as it is directed and controlled even without compulsion. Qualitative approach with the induction of the concept can describe the concepts of mental maps that are realized and the active participation that is expected to contribute to the development of science and implementation of development. Coordination between the parties to equalize the same perception of spatial concepts and participatory processes can realize the implementation of the concept of sustainable development which prioritizes ecological values over economic values.
Kata Kunci : Masyarakat Adat, partisipasi, lingkungan, peta mental, karakteristik sosial ekonomi dan budaya, Traditional Peoples, Participation, Environmental, Mental Maps, Socioeconomic and Cultural Characteristics