Hubungan dukungan sosial dengan kejadian depresi pada ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik rawat jalan di klinik Arogya Mitra Klaten
YULIANTI, Anisa Renang, Prof. Dr. dr. Soewadi, MPH, Sp.KJ(K)
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikDepresi sering terjadi pada ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik yang ditandai dengan gejala kurang perhatian, hiperaktifitas dan impulsifitas serta sulit mematuhi peraturan, membuat ibu merasa tidak pantas sebagai orang tua serta gagal dalam mendidik anaknya. Perasaan sedih dan putus asa yang berkepanjangan membuat ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik menjadi depresi. Ibu menjadi, kehabisan energi dan membutuhkan pemulihan fisik, spiritual dan emosional. Untuk itu sangat diperlukan adanya dukungan sosial. Dukungan sosial berupa emosional (perhatian atau empati), bantuan praktis secara nyata (instrumentalia) dalam bentuk finansial (uang) serta dukungan informasi akan meningkatkan kecenderungan ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik untuk nyaman dengan kondisi yang dialami anaknya. Berkurangnya dukungan sosial dapat melemahkan kemampuan ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik menjadi rentan terhadap depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan sosial dengan kejadian depresi pada ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik rawat jalan di klinik Arogya Mitra Klaten. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah cross-sectional study yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di klinik Arogya Mitra Klaten pada bulan Maret-April 2010. Sampel penelitian diambil dengan cara consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner data pribadi, kuesiner Dukungan Sosial oleh Sarason, dan instrumen depresi Montgomery- Asberg Depression Rating Scale. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Didapatkan hasil penelitian bahwa frekuensi depresi pada ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik di klinik Arogya Mitra Klaten sebanyak 31%. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial total dengan depresi pada ibu yang mempunyai anak gangguan hiperkinetik (p<0,05) yaitu p=0,001.
Depression will be occurred in mothers who have children with hyperkinetic disorder with symptoms of inattention, hyperactivity, impulsivity, and also having difficulty to obey the regulation. Depression makes mothers felt into failure in taking care of their children. Having sadness and hopless in a long time leads them will fall into depression. They will need a physic, spiritual, and emotional rehabilitation. Therefore, a social supports is needed to encounter the problem. The social support can be given emotionally (attention or empathy), practically, and financial (money). An informative support can also reduce their problem. In contrast, the lack of support will cause them to be depressed. The objective of this research is to identify the correlation between social support and depression of mothers having children with hyperkinetic disorder in Arogya Mitra Clinic Klaten. The method used in this research is cross-sectional study using descriptive analytic. The research is conducted in Arogya Mitra Clinic Klaten in March-April 2010. The sample is all of the population that the mothers having children with hiperkinetic disorder. The instruments used in the study are private data questionnaire, Sarason’s Social Support Questionnaire, and Montgomery-Asberg Depression Rating Scale. The data is analyzed by using quantitative and qualitative analysis. According too the research frequency of depression of mothers having children with hyperkinetic disorder at Arogya Mitra Clinic is 31%. There are significant correlation between social support and depression of mothers having children with hyperkinetic disorder at Arogya Mitra Clinic (p<0,005) is 0,001.
Kata Kunci : Dukungan sosial,Depresi,Ibu,Gangguan hiperkinetik