Laporkan Masalah

Analisis distribusi semen dengan pendekatan biaya perbandingan penggunaan truk dan kereta api

MARLIANA, Yanti, Dr. Ir. Heru Sutomo, M.Sc(Eng)

2010 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Pengangkutan barang merupakan bagian dari sistem distribusi atau manajemen logistik, yakni proses perencanaan, penerapan dan pengendalian distribusi barang. Sejalan dengan peningkatan produksinya guna memenuhi kebutuhan pasar yang ada, maka PT. Holcim, sebagai salah satu produsen semen yang berlokasi di Cilacap dan berperan dalam men-supply untuk wilayah Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur dengan kapasitas produksi rata — rata semen saat ini sebanyak 750 ton/hari dengan pasar distribusi utama di Yogyakarta, Semarang dan Solo. Peningkatan produksi yang dilakukan tersebut memerlukan sistem pengangkutan yang memadai dalam proses distribusi barang. Proses distribusi yang ada dimaksudkan untuk mengakomodasi menjamin barang datang dengan jenis, kuantitas, tempat, waktu yang tepat dan biaya yang seefisien mungkin. Penyelenggaraan pengangkutan selama ini dilakukan dengan menggunakan kereta api dan truk. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat efektivitas penggunaan masing-masing moda ditinjau dari segi biaya. Penelitian dilakukan pada lokasi distribusi Yogyakarta, Solo dan Semarang. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisa secara kuantitatif harga jasa angkutan, nilai waktu dan generalized cost dengan membandingkan antara kedua moda kereta api dan truk. Hasil penelitian dari 3 lokasi tersebut dapat dilihat efektifitas penggunaan kereta api lebih baik ditinjau dari segi biaya. Wilayah distribusi Yogyakarta, untuk mengangkut sebanyak 350 ton semen terjadi penghematan nilai waktu dengan menggunakan kereta api sebesar Rp 3.594.759,-. Wilayah distribusi Solo, untuk mengangkut sebanyak 300 ton semen terjadi penghematan nilai waktu dengan menggunakan kereta api sebesar Rp 2.632.750,-. Wilayah distribusi Semarang, untuk mengangkut sebanyak 250 ton semen terjadi penghematan nilai waktu dengan menggunakan kereta api sebesar Rp 1.911.702,-. Namun pada kenyataannya moda truk masih diminati untuk pengangkutan barang yang disebabkan moda truk dapat diandalkan ketersediaannya dan tidak terikat pada jadwal sedangkan kereta api terkendala pada kondisi sarana yang memiliki keterbatasan pengangkutan yang berpengaruh pada waktu bongkar muat dan pengangkutan barang yang menyesuaikan dengan jadwal perjalanan kereta api dan tidak dapat dilakukan setiap saat.

Goods distribution is part of distribution system or logistic management, which include processes of planning, implementing and controlling of goods distribution. ln coherence with that, PT. Holcim as one of cement producer located in Cilacap, holds the role to supply within area of Central Java and East Java with average production capacity around 750 ton/day with main target of distribution are Yogyakarta, Semarang and Solo. The increasing of production capacity needs transportation to support distribution process. The distribution process is needed to accommodate distributed goods deliver in certain quantity, delivery in time, at the right place with minimum cost. Distribution process of cement so far has been conducted using railway and truck. This research is conducted to measure cost efectiveness between railway and truck to distribute cement with location of distribution area in Yogyakarta, Semarang and Solo. The research uses method of transport cost analyses, value of time and generalized cost comparison between railway and truck. The result of the research in 3 locations of distributions showed effectiveness of railway over truck as mode of transport to distribute cement based on cost analyzing. In Yogyakarta, to distribute 350 ton cement, there was decreasing of value of time using railway until Rp 3.594.759,-. In Solo, to distribute 300 ton cement, there was decreasing of value of time using railway until Rp 2.632.750,-. In Semarang, to distribute 250 ton cement, there was decreasing of value of time using railway until Rp 1.911.702,-. But as seen in reality, the use of truck to distribute goods is more popular rather than railway. This condition is caused by distribution using truck can be conducted at any time; there is no certain schedule like in railway, while using railway, there is lack of railway facilities that influence in loading and unloading time and transportation process itself.

Kata Kunci : Biaya,Nilai,Waktu,Generalized cost


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.