"Analisis susut energi teknis sistem jaringan distribusi pada feeder II dan III Gi Srondol di PT.PLN (Persero) APJ Semarang UPJ Semarang Selatan"
MUQORROBIN, Mochammad, Dr. Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA
2010 | Tesis | S2 Teknik ElektroSusut energi teknis yang terjadi pada jaringan distribusi tegangan menengah (JTM) adalah akibat dari parameter jaringan dan drop tegangan karena arus pembebanan dalam selang waktu tertentu, dan ini akan menyebabkan menurunnya efisiensi jaringan. Perhitungan susut energi teknis lebih rumit dibandingkan perhitungan rugi daya. Untuk rugi-rugi yang tergantung pada beban, maka terlebih dahulu harus diketahui bentuk kurva bebannya selama selang waktu yang kita amati. Pada makalah ini dilakukan perhitungan rugi daya listrik teknis menggunakan program aplikasi ETAP 5 dengan obyek pada feeder II dan feeder III GI Srondol JTM yang ada di APJ Semarang UPJ Semarang Selatan. Perhitungan dengan basis aliran daya ini mempunyai kelebihan dalam ketelitian menghitung rugi daya teknis tetapi harus didukung dengan data yang akurat megnenai peralatan yang terpasang dalam jaringan distribusi. Data yang tidak akurat akan menghasilkan keluaran yang tidak akurat pula. Dari analisis dan perhitungan pada penelitian dapat dihasilkan, besar susut energi teknis waktu beban puncak (WBP antara pukul 19.00 s/d.20.00 WIB) yang terjadi pada JTM 20 kV adalah 55 kWh (1,03%) untuk feeder II dan 9 kWh (0,28 %) untuk feeder III. Feeder II mempunyai panjang saluran yang lebih besar daripada feeder III, beban yang tersambung pada feeder II juga lebih besar daripada feeder III, oleh karena itu susut energi pada feeder II relatif lebih besar daripada feeder III. Dengan adanya pelimpahan wilayah dari UPJ Semarang Tengah ke UPJ Semarang Selatan maka susut energi teknis pada feeder II mengalami kenaikan sebesar 0,17 % .
Technical energy losses in distribution network of medium voltage system caused by network parameter and voltage drop loading current on particular interval may result in the reduction of network efficiency. Measurement of technical energy losses would be more complicated than power loss calculation. Energy loss depends on loading, and initially it needed load curve. This work contains calculation of electrical power loss and by using ETAP 5 application program with the objects being Srondol JTM substation feeder II and III under the management of UPJ Semarang Selatan APJ Semarang. The calculation based on load flow analysis calculation was resed in this research. This calculation required accurate measurement of current flow in distribution network. Inaccurate data would result inaccurate result. The result analysis showed that technical energy losses on maximal load duration (between 19.00 to 20.00 WIB) at JTM 20 kV was 55 kWh (1,03%) for feeder II and 9 kWh (0.28 %) for feeder III. The feeder II has longer channel than feeder III, therefore, energy loss on feeder II is bigger than feeder III. By transferring operational area from UPJ Semarang Tengah to UPJ Semarang Selatan increased energy losses on feeder II by 0.17%.
Kata Kunci : Susut energi teknis,Arus pembebanan, Technical energy losses, loading current