Laporkan Masalah

Bingkai berita dan pertarungan nilai :: Analisis teks berita Kedaulatan Rakyat dan Rdar Jogja terkait fatma haram meroko oleh Muhammadiyah Maret 2010

KARIM, Al Musa, Drs. Nunung Prajarto, MA

2010 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Koverasi media massa terhadap sebuah isu adalah hal biasa, tetapi bagaimana media membingkai isu tersebut dalam teks atau konten berita yang disampaikan kepada khalayak akan memberikan beragam makna. Antara satu media dengan media lain sangat mungkin untuk membingkai sebuah isu yang sama dengan cara yang berbeda. Penelitian ini bermaksud melihat pembingkaian (framing) yang dilakukan dua buah media lokal di Yogyakarta, yaitu Kedaulatan Rakyat dan Radar Jogja dalam membingkai isu ‘fatwa haram merokok’ yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah. Selain cara media membingkai isu, dalam penelitian ini kemudian juga akan melihat dua buah konteks dari framing tersebut. Konteks pertama adalah bagiamana pertarungan nilai (antara nilai agama dan nilai ekonomi) yang terjadi dalam teks dan frame yang digunakan media, dan kedua adalah bagaimana peran media terhadap potensi konflik lokal yang muncul akibat adanya isu tersebut. Alat ukur atau metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis framing yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Metode ini melakukan pembedahan terhadap teks media dengan membagi sebuah teks menjadi empat struktur: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kedaulatan Rakyat membingkai isu dengan mengangkat akibat bagi petani tembakau, sedangkan Radar Jogja menggunakan isu perbedaan NU dengan Muhammadiyah serta, (2) secara umum isu ini kurang di blow‐up oleh kedua media, (3) kedua media kurang menyoroti isu ini sebagai sebuah konflik, sehingga media tidak memiliki peran terhadap konflik, (4) kedua media berposisi menolak fatwa, (5) tren dalam teks berita kedua media menunjukkan pelemahan terhadap nilai‐nilai agama, (6) disadari atau tidak, dengan melakukan penggeseran terhadap otoritas atau kekuatan nilai tertentu, dalam hal ini nilai agama, media memiliki posisi aktif terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat, (7) dari sisi kualitas, kedua media masih memiliki kekurangan dalam proses produksi pesan/teks, (8) tren pemberitaan media‐media lokal di Yogyakarta secara umum menunjukkan adanya dominasi narasumber.

Media coverage to an issue is normal. Otherwise, ho the media frame the issue in their news content which is accessed by the audiences will produce various meanings. And between one media and the other one is always in different ways. This research analyzed how do two local newspapers in Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat and Radar Jogja, frame such an issue, the “fatwa haram” on cigarettes which is released by Muhammadiyah. Besides how both the media frame their news content, this research also trying to find out the context of those frames. The first context is about what is happen to the values inside the news content, especially the religious and the economic values. The second context is about what role is been taken by both the media. To analyze the case, I use framing analysis method by Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. This method analyzed the news content (text) as four structure: syntaxis, script, thematic, and rethoric. The result show that: (1) Kedaulatan Rakyat frame the issue by covering the tobaccos farmer, while Radar Jogja cover the distinction between Muhammadiyah and Nahdathul Ulama (NU), (2) generally, both media didn’t blow this issue up, (3) both the media didn’t see this issue too much as a local social conflict, (4) both the media doesn’t agree with the issue, (5) religious values placed in a weak position, (6) both the media having an active role in social and cultural life in society by placing the values in a certain positions, (7) the quality of the media content process is still having some weakness, (8) news content in both the media showing the domination of the authority of the news source (informant).

Kata Kunci : Framing berita surat kabar,Fatwa haram,berita, media, framing, framing analysis, Pan and Kosicki, Kedaulatan Rakyat, Radar Jogja, Muhammadiyah, fatwa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.