Efektivitas kebijakan sebagian hutan Paliyan sebagai kawasan Suaka Margasatwa di Kabupaten Gunungkidul
RUBIANDONO, Raden, Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP
2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikEuforia reformasi dan krisis multidimensi yang berlangsung secara bersamaan pada tahun 1998 – 2000 telah berimbas kepada masyarakat di sekitar hutan Paliyan yang menjadi hilang kendali dalam memanfaatkan sumberdaya hutan. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, maka Departemen Kehutanan mengalihfunsgsikan sebagian hutan Paliyan seluas 434,6 ha sebagai kawasan suaka margasatwa melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor : 171/Kpts-II/2000 tanggal 29 Juni 2000 tentang penunjukan kawasan hutan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kebijakan sebagian hutan Paliyan sebagai Suaka Margasatwa Paliyan (SMP) dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja implementasi kebijakan tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan konsep Purwanto (2004), dimana pengukuran kinerja implementasi dilakukan dengan membandingkan antara hasil-hasil kebijakan SMP dengan tujuan-tujuan yang diharapkan dari kebijakan tersebut. Sementara untuk menentukan faktor–faktor yang diduga mempengaruhi kinerja implementasi SMP, penulis menyeleksi dari beberapa teori impelementasi kebijakan yang dikembangkan oleh George C. Edwards III, Van Meter & Van Horn dan Sabatier & Mazmanian. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terbuka, observasi dan studi dokumentasi. Sementara teknik analisa data yang digunakan adalah analisis model interaktif (Miles dan Huberman, 1984). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja implementasi kebijakan SMP ditinjau dari aspek kawasan telah berjalan efektif. Hal ini ditandai dengan pulihnya kawasan SMP, terbentuknya keanekaragaman hayati serta wilayah perlindungan jenis-jenis satwa beserta habitatnya terutama kera ekor panjang (macaca fascicularis). Sedangkan dari aspek kelestarian, kinerja implementasi SMP belum berjalan efektif karena masih ada tekanan dari masyarakat terhadap kawasan SMP, yaitu berupa aktivitas tumpang sari dan pemenuhan kebutuhan pakan ternak. Dalam penelitian ini penulis menyarankan agar segera dilakukan penataan unit pengelolaan SMP, pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan SMP untuk mengurangi kebergantungan masyarakat terhadap kawasan, serta sosialisasi pengelolaan SMP yang lebih menekankan pada membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat menjaga kelestarian kawasan.
Reformation euphoria and multidimentional crisis that took place at the same period between 1999 – 2000 have resulted in the lost of local resident control in taking advantage of the Paliyan forest. To avoid greater deforestation, the Forestry Department has converted part of Paliyan forest with area 434,6 ha as wildlife sanctuary area through SK Forestry Ministry No. 171/Kpts-II/2000 dated June 29 2000 about Forest area in Daerah Istimewa Yogyakarta province. This research is done to observe the effectiveness of the decision to convert part of Paliyan forest as Paliyan Wildlife Sanctuary (PWS) and to analyze the factors that have impact on the decision’s effectiveness. Through this research, the reseacher uses Purwanto concept (2004), using implementation performance measure which is done by comparing the results of PWS policy with the results that are expected from the mentioned (PWS) policy. Meanwhile, to determine the factors affecting the performance of PWS implementation, the researcher selected from several theoretical implementation of the policy developed by George C. Edwards III, Van Meter & Van Horn and Sabatier & Mazmanian. Research method being used is descriptive qualitative, where data gathering is done by open interview, observation and study of available documentation. While the data analyzation technique being used is interactive model analysis (Miles and Huberman, 1984). Research result shows that policy implementation performance of PWS evaluated from area aspect, has been implemented effetively. This fact is shown by the recovery of PWS area, the improvement in biodiversity, and conservation area of various animals and its habitat especially long tailed mongkey (macaca fascicularis). While viewed from the sustainability aspects, policy implementation performance of PWS has not been implemented successfully due to pressured disturbance from local PWS residents in the form of intercropping and forest destruction in search of domestic animals’ feed. In this study, the researcher suggested that the immediate settlement of PWS’ area management, the empowerment of communities around the region both within the region and outside the PWS’ region to reduce dependency of the community towards the region, and the socialization of PWS management that place more emphasis on building public awareness to preserve the region involved.
Kata Kunci : Efektivitas kebijakan,Suaka Margasatwa Paliyan,Implementasi kebijakan,Rehabilitasi