Laporkan Masalah

Pelestarian naskah-naskah kuna di era modern :: Studi pada perpustakaan Kraton Yogyakarta

SANTOSO, Budi, Dr. Partini, S.U

2010 | Tesis | S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan

Kraton Yogyakarta merupakan salah satu tempat yang menghasilkan naskah kuna. Awal penyusunan naskah kuna di kraton Yogyakarta dapat dilacak sejak pertengahan abad ke-18. Hingga era modern sekarang ini naskah-naskah tersebut masih dijaga dan dilestarikan di Perpustakaan Kraton Yogyakarta. Untuk itu, keberadaannya tidak lepas dari kedudukan kraton (Yogyakarta) yang hingga kini masih memegang teguh nilai-nilai ketradisionalannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, beberapa permasalahan berusaha untuk dikaji dalam penelitian ini. Beberapa permasalahan itu adalah mengapa naskah-naskah kuna yang terdapat di Perpustakaan Kraton Yogyakarta masih dilestarikan hingga kini. Kemudian, sejauhmana pelestarian yang dilakukan telah sejalan dengan era yang berkembang saat ini, sejauhmana pemanfaatan naskahnaskah kuna itu oleh masyarakat modern dan siapa yang berperan dalam pelestarian naskah-naskah tersebut. Untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut dilakukan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen, rekaman arsip, wawancara, pengamatan langsung, observasi partisipan dan perangkat-perangkat fisik. Dari penelitian ini dapat dijelaskan bahwa naskah kuna merupakan warisan dan bukti budaya sehingga harus dilestarikan. Kemudian dari segi substansi naskah, keberadaannya merupakan sumber informasi penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, seni dan budaya. Dalam kaitannya sebagai sumber informasi dan pengetahuan, delapan penelitian telah dilakukan oleh masyarakat akademik dengan memanfaatkan keberadaan naskah kuna ini sejak tahun 2008. Akan tetapi, bidang-bidang baru yang melakukan studi dari sumber naskah, seperti kedokteran, teknik dan sain, masih jarang dilakukan. Di samping pemanfaatan naskah, berbagai upaya pelestarian juga dilakukan. Pelestarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pada masanya, mulai dari penggunaan media mikro hingga digital dan internet. Penekanan pelestarian yang lebih pada isi naskah daripada fisiknya membuat kondisi sebagian besar naskah memerlukan penanganan. Beberapa instansi pemerintah telah melakukan upaya pelestarian naskah-naskah tersebut dalam skala yang sangat kurang apabila dibandingkan dengan yang dilakukan oleh lembaga asing.

Yogyakarta palace is one of places which generate manuscripts. The beginning of the manuscripts production can be traced back at the 18th century. Those manuscripts are still preserved and conserved in the library of Yogyakarta palace this modern era. Their existences are understood to have strong relationship with the palace position which kept strongly their traditional values. Based on that, some research questions will be studied, namely why the manuscripts in the library of Yogyakarta palace are still preserved in the modern era. Then, howfar the preservation efforts are in accordance with the current technology development, howfar the preserved collections used by the modern community and who the user and other parties that play significant role in the manuscripts preservation are. To answer those questions, a qualitative research through case study on the manuscripts preservation in the library of Yogyakarta palace has been done. Data resources used were the documents, archieve records, interview, direct observation, participant’s observation and physical instruments. In this study, it can be clarified that the manuscripts are material heritage and evidences of cultural in the past. Therefore, they should be preserved. From the contents context of the manuscripts, they are important resources for developing sciences, art and culture. The access and use of the manuscripts by internal and external palace community have shown this importance role. Academic community has used the collections in 8 (eight) researches since 2008. However, some academic fields such as health, science and engineering rarely used those collections. Instead of the manuscript usage by the community, various preservation efforts have also been performed employing the technology developed in the corresponding era, from microfiche to digital and interconnection networking (internet) media. Those preservation modes which are focused on the contents of the manuscript have made most manuscripts required physical preservation. Some government institutions have carried out that physical manuscripts preservation. However, their efforts are still less compared with what have been done by foreign institution.

Kata Kunci : Naskah Kuna,Perpustakaan Kraton Yogyakarta,Pelestarian, manuscripts, Yogyakarta palace library, preservation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.