PENYUKAT DALAM BAHASA JEPANG
ADRIANIS, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijaya, S.U.,M.A
2010 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyukat yang terdapat dalam bahasa Jepang. Penyukat dalam bahasa Jepang disebut Josuushi yaitu kata yang pemakaiannya digabung dengan numeralia pokok untuk menyatakan satuan benda, binatang, atau orang. Selain itu, penyukat juga dapat digunakan untuk menyatakan frekuensi atau kekerapan, menyatakan ukuran atau derajat, menunjukkan suatu benda, dan dapat pula menyatakan umur seseorang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Observasi data dilakukan pada buku-buku pelajaran bahasa Jepang. Data dari buku ini dianggap cukup memenuhi data yang dibutuhkan. Kemudian untuk melengkapi data diadakan wawancara dengan penutur asli bahasa Jepang. Analisis data dilakukan pertama kali dengan melihat variasi penyukat dalam bahasa Jepang. Variasi penyukat bahasa Jepang terbagi atas tiga bagian, yaitu Penyukat bentuk dasar, bentuk berimbuhan, dan bentuk khusus. Setelah menentukan variasi penyukat tersebut, penelitian diteruskan dengan mengklasiflkasikan data, yaitu mengklasisflkasikan benda berdasarkan penyukata dalam bahasa Jepang dengan melihat fitur-fitur semantik benda secara umum. Tahap terakhir penelitian ialah menentukan perilaku sintaksis penyukat. Perryukat dalam bahasa Jepang secara umum variasi bentuknya adalah bentuk dasar, bentuk berimbuhan, dan bentuk khusus. Bentuk berimbuhan yaitu berimbuhan di awal (sufiks), sedangkan bentuk khusus yaitu bentuk yang dibentuk dari gabungan kata bilangan tertentu dengan kata penyukat, diantaranya bilangan satu, tiga, enam, delapan, dan sepuluh. Kemudian klasifikasi benda berdasarkan penyukat dalaml bahasa Jepang dengan melihat fitur-fitur semantik yaitu bernyawa dan tak bernyawa Bemyawa terbagi dua yaitu insani dan non insani. Tak bemyawa yaitu benda konkret, terbilang, dan tak terbilang. Sedangkan perilaku sintaksisnya terjadinya penambahan dan pelesapan partikel no dan terdapatnya penambahan partilcel wo atau ga. Kata-kata kunci : Penyukat, perubahan bunyi, perilaku sintaksis
This research is aimed at describing Classifier in Japanese. Classifier in Japanese, which is also called Josuushi, is a word combined with major numeral to manifest a unit of thing, animal or person. In addition, it is employed to manifest frequency, measurement or degree, and age as well. The data collecting was conducted through observation and interview. The observation phase devoted a large portion of data collecting to books on learning Japanese. The data collected from the books were then backed up by interviews with some native speakers of Japanese. The data analyzing was at first conducted by observing the variation of Japanese Classifier. The Classifier variation is classified into three categories, namely base, affix, and specific quantifier. After knowing the variation, the research continued on classifying the data, viz, classifying objects (animate and inanimate) based upon their Classifiers in Japanese by taking into account the general semantic features of the objects. The final phase of the research was determining the syntactic behavior of the Classifiers. The Japanese Classifier varies in form; base, affix, and specific form. The affix form is manifested in suffix only, while the specific form is generated from the combination of certain numeral and Classifier, among other means are number one, three, six, eight, and ten. The objects, classified by considering their semantic features, are animate and inanimate objects. The animate includes human being and non human being, while the inanimate is concrete, countable and uncountable object. Upon the syntactic behavior, the research found the addition and deletion of the particle no and the addition of the particle wo or ga. Keywords : quantifier, sound change, syntactic behavior
Kata Kunci : Penyukat, Perubahan bunyi, Perilaku sintaksis