Dunia kecil yang kujalani :: Jejak anak perempuan yang dilacurkan di Kota Surabaya
WISMAYANTI, Yanuar Farida, Dr. Aris Arif Mundayat, M.A
2010 | Tesis | S2 AntropologiTesis ini merupakan hasil penelitian lapangan yang fokus pada studi mengenai fenomena perdagangan anak yang dilacurkan di Kota Surabaya. Lebih lanjut, penelitian ini untuk menjawab permasalahan yang dirumsukan dalam tiga pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana sistem kekerabatan yang berfungsi sebagai jaringan perdagangan anak membangun nilai-nilai mengenai seksualitas dikalangan anak-anak?, 2) Bagaimana kontestasi berbagai nilai-nilai yang masuk dalam kehidupan di daerah pengirim anak yang dilacurkan dan bagaimana hal tersebut mengkondisikan perdagangan anak untuk dilacurkan terjadi?, dan 3) Bagaimana anak-anak yang telah dilacurkan terkondisikan secara sosial budaya untuk melacurkan diri? Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-April 2010, berlokasi di Kota Surabaya, serta kunjungan ke daerah asal di Blitar Selatan. Teknik penelitian kulaitatif dengan pendekatan etnografi, melalui pengamatan langsung serta partisapasi observasi, serta wawancara dengan pendekatan life history. Hasil penelitian memperlihatkan praktik perdagangan anak yang dilacurkan, ini justru melibatkan sistem kekerabatan.Temuan di lapangan menunjukkan terdapat beberapa anak dari satu kerabat bahkan satu keluarga, menjadi korban perdagangan anak yang dilacurkan. Komersialisasi seks, menjadikan nilai-nilai sosial budaya mengalami pergeseran. Pernikahan dini, rendahnya pendidikan anak-anak termasuk imajinasi kota mendorong anak-anak terlibat dalam dunia pelacuran. Politik dominasi dalam menarik anak-anak terlibat, justru dilakukan oleh sesama teman maupun kerabat dari garis perempuan. Pola pembiasaan, menjadikan habitus dunia pelacuran semakin langgeng, yang selanjutnya mendorong praktik reproduksi sosial, yang dipengaruhi gaya hidup dan pola konsumsi yang cenderung hedonistik. Impian dan harapan anak-anak untuk keluar dari dunia pelacuran, harusnya diikuti dengan strategi yang tepat melawan pelacuran anak. Melalui upaya preventif (pencegahan), rehabilitatif, dan sosial integratif
This thesis is based on the field research focusing at the study on child trafficking for sexual purposed. The research is to answer three research questions: 1) how does the function of the kinship system as child trafficking network to build about value of sexuality for children?, 2) How does the values between modernity and traditionality are contested within the process of child trafficking for sexual activity, 3) How does the internalization of social life of prostitution trapped the child to became prostitute? This research conducted between Januarys to April 2010 in Surabaya city. I also observe the sending area, Blitar Selatan. In these two locations I was applying ethnographic research. The result of the research shows that the process of child trafficking for sexual activity involving kinship system, from nuclear family as well as extended one. This kinships involvement in child trafficking to some extent is constructing the value of sex as commodity. More than that, this research also finds that early married, low level of education, urbanism in imagining the modernity through city encouraged the children to involve into the prostitution business. This condition has become the habitus for child trafficking. The strategic for fighting back the child prostitution by dissolution the sex commercialism with the kinship system, created the new social habitus through education, and recognizing the child about human rights
Kata Kunci : Anak yang dilacurkan,Kekerabaatn,Pelacuran anak