Paradigma ekonomi kelautan dalam perspektif ekonomi Islam :: Reinterpretasi Ayat-ayat kelautan yang berdimensi ekonomi
ISMATULLOH, Rikmat, Prof. Dr. Syamsul Hadi, SU., MA
2010 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaKonsep pembangunan ekonomi Indonesia kedepan hendaknya tidak lagi berorientasi pada pembangunan daratan dan melupakan lautan, adanya kecenderungan semakin besarnya peran ekonomi kelautan (Ocean economy) dalam pembangunan nasional, maka diperlukan sebuah agenda besar kebijakan bidang kelautan untuk membangun pemahaman bahwa Indonesia adalah negara Maritim. Potensi laut Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi andalan bagi Indonesia dalam persaingan global. Paradigma ekonomi kelautan dalam konteks ekonomi Islam dapat dilakukan dengan cara mendeskripsikan reinterpretasi ayat-ayat kelautan yang berdimensi ekonomi dalam al-Qur’an menjadi salah satu konsep ekonomi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Dalam konteks itulah kita menemukan bahwa sejak awal, Islam dengan begitu memiliki karakter sebagai sistem yang Ilahiyyah (bersumber dari Tuhan) dan Universal (berlaku untuk semua waktu, tempat dan semua aspek kehidupan manusia), Integral, seimbang, dan permanen. Bangsa Indonesia yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, seharusnya bangsa ini menjadi bangsa yang maju dalam bidang kebaharian. Pasalnya, jauh-jauh hari umat Islam telah diajarkan melalui tuntunan Al-Qur’an berkaitan dengan masalah kebaharian. Al-Qur’an secara tegas mengharuskan umat Islam untuk mengelola dan memanfaatkan karunia Allah berupa laut dengan seluruh kekayaan yang terkandung didalamya. Fakta ini menunjukkan porsi yang begitu besar dorongan Allah agar manusia mengambil manfaat yang cukup besar, tentunya dalam konteks memperkuat iman dan menggali sumber daya yang ada di lautan untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia
The development of Indonesian economic in the future should not merely oriented with land development and ignoring oceanic economic. The greater tendency on the role of oceanic economic in the national development supported to have a great agenda in order to create the policies of oceanic sectors to build the understanding toward Indonesian as a oceanic country. The potencies of Indonesian oceanic can create predominant economic power for this country to face global or international competition. The paradigm of oceanic economic on the Islamic Economic context can be done by discriptioning the reinterpretation of oceanic verses in the economic dimension which can’t be seperated from the life of Indonesian country. In this context we found that Islam has possessed a character as the Ilahiyah system (or resourced with divine law from the God) and universal, (it’s relevant to the whole of times, places, and all aspect of human life), integral, balance, equal, and permanent. Muslim as the majority of the Indonesian people should became the advanced country in the oceanic sector as they have learned it from Qur’anic verses. Al-Qur’an has emphasized Muslim to manage and serve ocean and its properties as the heavent sent (Bless of God). As a matter of fact, its refer to the support of God toward people that they have to take the greaters benefits and advantages, in order to strengthen their faith and to exploit the natural resources especially in the ocean for the welfare and prosperity of human being.
Kata Kunci : Al,Qur'an,Ekonomi kelautan,Ekonomi Islam, Al-Qur’an, Oceanic Economic, Islamic Economic