The Innocence of Henry James as seen in Isabel Archer in James's the portrait of a lady
SUMARDJO, Dra. Esmeraldayanti Sosronegoro, SU
2010 | Tesis | S2 Pengkajian AmerikaKonsepsi hidup tanpa dosa dimana Adam dan Siti Hawa hidup di taman sorga menjadi mimpi rakyat Amerika dimana kejahatan tidak menggerogoti jiwa manusia. Semenjak Siti Hawa memakan buah terlarang mereka tidak lagi berada di sorga. Dengan mengenal kejahatan dia dianggap hilang kepolosannya, namun mereka tidak putus asa mencari penghidupan baru didunia seperti yang dilakukan disurga tanpa dosa. Potret seorang Wanita sebuah karya novel ditulis oleh Henry James menggambarkan kepolosan pengarang dalam melukiskan pemahaman negatif atas realita kegelisahan orang Amerika terhadap dampak revolusi industri gelombang kedua di Amerika yang terjadi diakhir abad ke sembilas belas yang disebutkan dalam novel sebagai sejarah buruk Amerika. Tujuan penelitian ini berisi tiga hal yaitu; mengeksplorasi kepolosan Henry James, menelaah Henry James dalam menampilkan kepolosannya, dan melacak gagasan Henry James kaitannya dengan aspek psikologis, sosial, dan budaya terkait dengan kesadaran akan harga diri sang tokoh wanita dalam karya berjudul Portrait seorang wanita. Penelitian in membahas kajian budaya yang sifatnya radikal dan disebut dengan individu yang ekspresif diluncurkan oleh Winfried Fluck dan memanfatkan pendekatan sosial, filsafat, psikologis, dan budaya yang masing-masing dibidangi oleh Aliran Marsis Thedor Adorno, Penganut Imanuel Kant, Alfred Adler, dan Emile Durkheim. Paham Marsis mengemukakan bahwa seni sebagai gabungan antara estetika dan sosial. Penelitian dilakukan dibawah payung Kajian Amerika yaitu pendekatannya bersifat inter-disipliner yang disarankan oleh Tremaine McDowell dan melibatkan pemikiran Leo Marx dan Henry Nash Smith, Hans Robert Jauss, Charlote Perkins Gilman, Friedrich Nietzsche dan para pemikir lain untuk menelaah masalah masalah sosial, psikologi dan budaya. Metoda yang digunakan adalah deskriptif untuk membedah tataran imajinasi yang menghasilkan realita filsafat, intelektual, sosial, dan budaya tentang pengalaman Amerika dan aspeknya didukung dengan perangkat pembantu penelitian ini. Metodenya yaitu penelitian pustaka dengan menggali semua informasi yang bermanfaat dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan konsepsi Amerika dari Henry James yang menyarankan bangsa Amerika bermufakat untuk menghindari prasangka terhadap formula kehidupan bangsawan yang nampak ada perbedaan gagasan dimana yang satu menyukai spiritualisasi pemikiran yang sehat dengan azas penyatuan pengetahuan dan kebebasan; sedangkan pemikiran lainnya cenderung mengedepankan perolehan fisik berupa materi dan kemakmuran. Menurut pemikiran ultra modern Henry James yang terbaik adalah rekonsiliasi dari perbedaan yang ada untuk meminimalkan sisi buruk dari kelembutan Amerika; yang penting adalah tidak ada beban untuk berani berbuat bijaksana; dan jauh dari rasa tidak berdaya dalam menggapai kebahagiaan.
The conception of the living innocence where Adam and Eva lived in the paradise of Eden was the dreamer of Americans in which the evil seemed far away from the soul of the human creature. Nevertheless, the place was no more in Eden since Eva had eaten the forbidden fruit. After recognizing the evil they were considered as lost innocence, yet the lost innocence did not make them disparately they had an effort to seek the new innocence in the earth. The Portrait of a Lady a novel written by Henry James described the innocence of the author to depict a negative knowledge of a factual reality of the American uneasiness toward the impact of second wave industrial revolution in America happened in the late nineteenth century told in the novel as a foolish history. The objectives of the research comprises in three parts: to explore the innocence of Henry James, to examine Henry James in fashioning his innocence, and to trace Henry James’s ideas toward the psychological, social, and cultural aspects of heroine’s self-esteem in The Portrait of a Lady The research dealt with cultural studies of radical nature called expressive individualism launched by Winfried Fluck and made use of social, philosophical, psychological and cultural approaches invented by Theodor Adorno’s Marxism, Kantian, Alfred Adler, and Emile Durkheim respectively. Marxism asserted that art as an amalgamation of aesthetic and the social. This research was carried out under American Studies umbrella that was interdisciplinary approach suggested by Tremaine McDowell and involving the thinking of Leo Marx and Henry Nash Smith, Hans Robert Jauss, Charlotte Perkins Gilman, Friedrich Nietzsche and other thinkers to examine the social, psychological, and cultural issues. The method uses descriptive analysis in line to break the level of imagination creating philosophical, intellectual, social, and cultural realm presented by the American experience and its aspects equipped with the whole instrument that supported the research. The library research is the main core of this method by digging the information useful for this research. The research found the conception of America in Henry James suggesting the Americans to reconcile to avoid prejudice toward the formulas of Aristocratic life that appeared to have different ideas such as the one preferred to the spiritualization of healthy mind by gaining knowledge and liberty; the other tended to physical achievement like property and prosperity. For Henry James, the best thing was reconciliation the potential difference to lessen the underside of American feminine nature; the essential thing was nothing to lose to be bravely wise; and be far away from powerless in pursuit happiness.
Kata Kunci : Kepolosan,Kelembutan,Kebebasan,Kemakmuran,Ultra,modern