Hambatan psikososial dan niat keluarga berencana pada wanita dengan kebutuhan pelayanan kontrasepsi yang tidak terpenuhi (Unmet need) di Indonesia :: Analisis data SDKI 2007
TRIANA, Vivi, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., MSc., ScD
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Hasil SDKI tahun 2002 dan 2007 menunjukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi atau contraceptive prevalence rate (CPR) mengalami peningkatan, yang seharusnya diikuti dengan penurunan unmet need kontrasepsi. Peningkatan unmet need ini perlu mendapat perhatian, karena perilaku tersebut akan memberikan konsekuensi yang serius terhadap kesehatan reproduksi dan kelangsungan hidup perempuan. Tujuan: Mengkaji hubungan hambatan psikososial yang dialami oleh wanita unmet need kontrasepsi dengan niat untuk ikut keluarga berencana (KB), dalam upaya menurunkan kejadian unmet need kontrasepsi di Indonesia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan data SDKI 2007. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan cross-sectional study. Wanita kawin kelompok unmet need kontrasepsi merupakan unit analisis. Kemudian kelompok ini dianalisis hambatan faktor psikososial yang dialami. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariabel (deskriptif), bivariabel (chi-square), dan multivariabel (regresi logistik). Hasil: Sepertiga (35,1%) dari 2.934 wanita unmet need kontrasepsi mempunyai alasan tidak menggunakan kontrasepsi akibat adanya hambatan psikososial. Hambatan psikososial tersebut di antaranya sikap tidak setuju terhadap program KB, persepsi sikap suami yang menentang KB, menentang menggunakan kontrasepsi, takut efek samping, dan penolakan budaya atau agama. Lebih dari setengah dari wanita tersebut (58,8%), tidak niat ber-KB di waktu yang akan datang. Prevalensi wanita unmet need kontrasepsi yang tidak niat ber-KB 1,8 kali lebih tinggi pada wanita yang mengalami hambatan psikososial daripada wanita yang tidak mengalami hambatan psikososial. Kesimpulan: Hambatan psikososial pada wanita unmet need kontrasepsi berhubungan dengan niat untuk ber-KB di waktu yang akan datang. Faktor lain yang berhubungan dengan niat ber-KB adalah faktor pengetahuan tentang KB, pilihan fertilitas dan jumlah anak ideal yang diinginkan pasangan. Faktor hambatan akses ke pelayanan KB (jarak dan biaya) tidak berhubungan dengan niat ber-KB.
Background: IDHS 2002 and 2007 findings suggested increase of contraceptive use (contraceptive prevalence rate). In the other hand, however, there is also increase in the unmet need for contraception. The increase in unmet need for contraception raises special concern because unmet need will lead to serious consequence for woman’s reproductive health and well-being. Goal: Examine the relationship between psychosocial barrier and intension to use family planning women with unmet need, in order to reduce the unmet need for contraception in Indonesia. Methodology: Cross-sectional study design is used, utilizing IDHS 2007 data. The unit analysis is married women with unmet need. Bivariable analysis uses chi-square and multivariable analysis uses logistic regression. Result: Of 2.394 women with unmet need, 58.8% have no intention to use family planning in the future and 35.1% indicate psychosocial barriers inhibit them to use contraception. Analysis shows that there is significant relationship between psychosocial barrier and future intention to use. Prevalence of no intention to use in the future is 1.8 times higher in women experiencing psychosocial barriers than in those who do not experience psychosocial barrier. Knowledge, fertility choice, and the ideal number of child wanted have significant relationship with intention to use family planning. Conclusion: Women with unmet need who experience psychosocial barrier tend to have no intention to use family planning in the future. Women with limited knowledge, who want to limit pregnancy, and who want more children (>2) tend to have no intention to use contraception. Access barriers (distance and cost) are showed to have no relationship with intention to use.
Kata Kunci : keluarga berencana, unmet need, psikososial, family planning, unmet need, psychosocial