Efektivitas pengelolaan program pemberantasan malaria oleh global fund dan dinas kesehatan di Kabupaten Keerom
NAUYAGIR, Oda Yosepina, Dra. Retna Siwi Padmawati, MA
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Penyakit malaria masih menjadi masalah utama di Negara-negara berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga memiliki potensi yang besar perihal kasus malaria. Hampir setengah dari populasi indonesia tinggal di daerah endemis malaria. Salah satu daerah yang memiliki tingkat resiko kesakitan malaria yang tinggi adalah Kabupaten Keerom. Berbagai upaya pemberantasan malaria telah banyak ditempuh oleh dinas kesehatan kabupaten Keerom, salah satunya yaitu dengan membentuk kerjasama dengan Global Fund (GF). Tujuan Penelitian: Penelitian ini ingin menggali efektifitas program pemberantasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Keerom bekerjasama dengan Global Fund. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini dilakukan di kabupaten Keerom. Subyek dalam penelitian ini meliputi pihak dinas kesehatan, lembaga donor Global Fund, dan tokoh masyarakat. Hasil: proses manajemen pemberantasan malaria tidak sepenuhnya dilakukan oleh kedua belah pihak. Dinas kesehatan terlibat aktif dalam proses perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan program sementara GFATM merupakan pihak pasif. GFATM bertanggung jawab hanya dalam proses monitoring dan evaluasi program. Kesimpulan: Program pemberantasan malaria tidak sepenuhnya efektif karena masih banyaknya hambatan dalam proses manajemen baik pada tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga tahap monitoring evaluasi.
Background. Malaria still remains serious problem in developing countries. Indonesia, one of these developing countries, is potential in the spreading of malaria. More than half of its population is living in malaria epidemic. District Keerom is one of epidemic area. Many efforts have been conducted to overcome this main problem. One of it is strengthening the collaboration between Global-Fund and District Health Office. Objective. This research investigated the effectivity of malaria-combating program which was done in collaboration between Global-Fund and District Health Office. Method. This research used a qualitative method with case study design. The location of this research was district Keerom in Papua. Information sources are included staff of district health office, staff of Global Fund, and community figure. Result. Management process of malaria-combating process was not really done by both of Global-Fund and district health office in collaboration mechanism. District health office was fully responsible in most of the process with planning, organizing, and implementation included. While Global Fund was only involved in monitoring-evaluation process. Conclusion. Malaria-combating program was not fully effective since there were many obstacles in management process, including in planning, organizing, implementation, and monitoring-evaluation.
Kata Kunci : Proses manajemen,Pemberantasan malaria,Efektifitas, Management process, malaria-combating program, effectivity