Laporkan Masalah

Strategi pengembangan usahatani bawang merah lokal di Kabupaten Donggala

ERNY, Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani bawang merah lokal di Kabupaten Donggala, mengetahui faktor-faktor lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) & faktor lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) yang dihadapi oleh stakeholder (Petani, Pedagang, Konsumen, Dinas Pertanian Kabupaten Donggala, Penyuluh Pertanian) di Kabupaten Donggala dan memformulasikan alternatif strategi pengembangan usahatani bawang merah lokal sesuai dengan kondisi yang akan datang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Donggala yang ditentukan secara sengaja (purposive). Desa Guntarano, Desa Nupabomba dan Desa Labuan Toposo sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa Desa tersebut merupakan daerah sentra produksi bawang merah lokal. Responden penelitian berjumlah 60 orang yang terdiri dari petani adalah 50 orang petani yang dilakukan secara Proporsional Random Sampling, dan 3 orang responden dari Dinas Pertanian, 3 orang penyuluh lapangan, 2 orang pedagang serta 2 orang konsumen (industri bawang goreng). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu; teknik observasi, teknik wawancara, kajian pustaka. Metodologi yang digunakan untuk menganalisis produksi & pendapatan yaitu Ordinary Least Sguares (OLS), analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan usahatani bawang merah lokal. Hasil analisis menunjukan bahwa tingkat produksi usahatani bawang merah lokal dipengaruhi oleh luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk KCL, pupuk SP-36 dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah lokal. dan Besarnya tingkat pendapatan petani bawang merah lokal dipengaruhi oleh harga output, harga input (harga benih, harga urea, harga KCL, harga SP-36, dan upah tenaga kerja), hasil SWOT, menunjukan bahwa posisi strategi pengembangan usahatani bawang merah lokal di Kabupaten Donggala berada pada kuadran I (satu) yang berarti mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy).

This study is aimed to investigate the determinants of production and income of local onion farming in Donggala residence. The internal environments (strength and weakness) and external environments (opportunity and threat) faced by the stakeholders (farmers, traders, consumers, local government and agricultural extenders) also will be identified. The alternatif development strategies of local onion farming will be formulated with some adjustments in a manner of future conditions. This study was conducted in Donggala residence. Guntarano village, Nupabomba village and Labuan Toposo village were choosen because those villages are the production center of local onion. There was 60 respondents consist of 50 farmers (proporsional random sampling), 3 agricultural bureau officers, 3 field extenders, 2 traders and 2 consumers. The data was collected by observing, interviewing and by doing some literature reviews. The methology used in analyzing the production and income is ordinary least sguares (OLS), SWOT analysis is used to identificate the development strategies of local onion farming. The result shows that the production of local onion is explained evidently by the crop areas, seeds, urea (based fertilizer), KCL, SP-36 and labors. The output and input prices (seeds, urea, KCL, SP-36 and wages) have a significant impact on the income of the local onion farmers. SWOT analysis indicates that the strategic position of the local onion farming are on Quadrant 1. It means local onion farming supports the growth oriented strategy.

Kata Kunci : Bawang merah lokal, Usahatani, Produksi, Pendapatan, SWOT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.