Analisis usaha dan ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Bantul dan Klaten
WIDODO, Agus Heru, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani serta perubahan struktur biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan rumah tangga Usahatani dan Usaha Mikro. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta (Bantul) dan Jawa Tengah (Klaten). Pengukuran tingkat ketahanan pangan dilakukan dengan menentukan pangsa pengeluaran pangan dan persentasi Angka Kecukupan Energi (AKE) pada rumah tangga petani dan usaha mikro. Analisis regresi dengan metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Squares/OLS) digunakan untuk menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani baik di Bantul dan Klaten sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. Perubahan struktur biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan data-data yang telah dikumpulkan. Hasil analisis mengindikasikan bahwa rumahtangga petani di DIY (Bantul) memiliki ketahanan pangan yang lebih baik daripada rumahtangga Usaha Mikro saat terjadi kenaikan harga BBM. Hal yang sama juga terjadi di Jawa Tengah (Klaten). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani adalah luas lahan, status sebagai penerima BLT dan lokasi usahatani. Terjadi kenaikan biaya produksi dan penerimaan Usaha Mikro saat harga BBM naik. Konsekuensinya terjadi penurunan baik pendapatan maupun keuntungan rumahtangga Usaha Mikro. Rasio biaya penerimaan (RC Ratio) menurun saat terjadi kenaikan harga BBM, tetapi Usaha Mikro masih dikategorikan layak diteruskan karena RC Ratio masih lebih besar dari 1.
This study is aimed to find out the level of food security of the households, the factors influencing the income of farming households and the change of costs structure, revenues, incomes and profits of mikro enterprises. This study is carried out in Yogyakarta (Bantul) and Central Java (Klaten). Level of food security is measured by calculating the share of food expenses and the percentage of nutrition sufficiency level. Regression analysis with Ordinary Least Squares (OLS) is employed to analyse the factors influencing the income of farming household both in Yogyakarta and Central Java before and after the increase of fuel price. The change of cost structure, revenues, incomes and profits are descriptively analyzed by using primary data. The result indicates that farming households have a better level of nutrition sufficiency than that of the micro enterprises household when the fuel price increased. It occured also in Central Java (Klaten). Income of farming household is influenced by the crop area, status as BLT recipient and the farming location. Production costs and revenues are increased along with the increase in fuel price. The consequence the decrease in revenues and profits of mikro enterprises household. RC ratio is declined when the fuel price is increased, but the mikro enterprises is still feasibel since it’s greater than 1.
Kata Kunci : Ketahanan pangan,Kenaikan harga BBM,Pendapatan usahatani,Usaha mikro, food security, fuel price increase, farming income, Micro Enterprises