Efektivitas mikoriza vesikular arbuskular dan penambahan 5-aminolevulinic acid terhadap pertumbuhan jagung lokal Madura (Zea mays L. var. guluk-guluk) pada intensitas penyiraman yang berbeda
HAMIDA, Ruly, Dr. Kumala Dewi, M.Sc,St
2010 | Tesis | S2 BiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi MVA dan ALA terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung lokal Madura var. guluk-guluk yang mendapat intensitas penyiraman berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RCBD) dengan tiga faktor perlakuan dan 6 ulangan. Faktor pertama, variasi inokulasi mikoriza yang terdiri atas dua level, yaitu tanpa inokulasi (M0) dan dengan inokulasi mikoriza (M1), faktor kedua adalah penambahan ALA, dengan konsentrasi 0% (P0), 0,05% (P1) dan 0,1% (P2) serta faktor ketiga intensitas penyiraman, yaitu setiap 2 hari sekali (K0), 4 hari sekali (K1) dan 6 hari sekali (K2) sampai kapasitas lapang. Inokulasi mikoriza dilakukan pada saat penanaman benih sedangkan penyemprotan ALA dilakukan ketika tanaman berumur 2 MST. Pengukuran parameter dilakukan pada umur 45 HST. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji beda jarak Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan MVA dan ALA berpengaruh nyata terhadap peningkatan persentase infeksi mikoriza, kadar P total daun, kadar klorofil total, tinggi tanaman, bobot basah dan kering pucuk-akar dan rasio pucuk/akar serta penurunan kadar ABA. Tanaman jagung yang mendapat perlakuan penyiraman 2 hari sekali turun hingga 1,663 ppm dibandingkan kontrol (5,778 ppm). Perlakuan terbaik ditunjukkan pada kombinasi perlakuan inokulasi mikoriza dan penyemprotan ALA 0,05% pada intensitas penyiraman setiap 4 hari sekali (K1M1P1).
The aims of this study was to investigate the effects of MVA and ALA on the growth of Madura local maize var. guluk-guluk grown with difference watering intensity. The experiment was conducted using Randomized Complete Block Design (RCBD) with three factors and six replications. The first factor was variation of MVA application which consists of two levels, i.e., without inoculation (M0) and with inoculation mycorrhiza (M1), the second factor was ALA treatment which consists of 3 levels namely 0% (P0), 0,05% (P1) and 0,1% (P2), and third factor was plant watering intensity, i.e., watered once in every 2 day (K0), watered once in every 4 days (K1) and watered once in every 6 days (K2) until field capacity respectively. Data were collected then analyzed by two-way ANOVA and continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results suggest that MVA and ALA treatment have a significant effects in increasing the percentage of mycorrhiza infection, total leaf P content, total chlorophyll content, plant height, fresh and dry weight of shoot and root and shoot/root ratio. In addition, it also shows a significant effect in decreasing ABA content in maize plant subjected to drought stress. The ABA content was 1,663 ppm in plants watered once in every 2 day, where as control plant has ABA content of 5.778 ppm. The best treatment was found on plants treated with mycorrhiza inoculation and 0,05% ALA and watering intensity once in every 4 days (K1M1P1).
Kata Kunci : Mikoriza vesikular arbuskular (MVA),5,aminolevulnic acid (ALA),Asam absisat (ABA),Jagung lokal madura,Intensita penyiraman