Interaksi pulau-pulau kecil di kawasan selatan Kabupaten Buton terhadap Kota Bau-Bau
KASNAR, Suliamin, Dr. Baiquni, M.A
2010 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini dilakukan di pulau-pulau kecil di Kawasan Selatan Kabupaten Buton Propinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan tingkat interaksi pulau-pulau kecil di kawasan selatan Kabupaten Buton terhadap Kota Bau-Bau dengan tingkat perkembangan wilayah di setiap pulau, kemudian untuk mengetahui pola interaksi pulau-pulau kecil tersebut terhadap wilayah pertumbuhan lain di daratan Pulau Buton, serta dapat menyusun model optimasi interaksi antar pulau guna mendukung perkembangan pembangunan di setiap pulau-pulau kecil di kawasan selatan Kabupaten Buton. Pada penelitian ini terdiri dari beberapa wilayah pertumbuhan lain di Pulau Buton dipilih sebagai wilayah yang memiliki potensi interaksi dengan lokasi penelitian yaitu terdiri dari 7 wilayah kecamatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan model gravitasi untuk mengetahui nilai potensi interaksi dengan pertumbuhan lain di Pulau Buton, kemudian ditrasformasikan dengan menggunakan metode statistik penskalaan (scalling). Metode deskriptif digunakan untuk melihat tingkat perkembangan wilayah masing-masing pulau dengan menggunakan metode pengkelasan serta untuk melihat nilai interaksi riil yang berupa volume lalulintas barang dan jasa antar pulau-pulau kecil terhadap Kota Bau- Bau. Nilai tingkat pembangunan pulau-pulau kecil dan Nilai tingkat interaksi riil pulau-pulau kecil terhadap Kota Bau-Bau dapat deskripsikan melalui metode tabulisi silang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian interaksi riil pulau-pulau kecil di kawasan selatan Kabupaten Buton terhadap Kota Bau-Bau yang tinggi tidak dapat diikuti dengan tingkat pembangunan yang lebih baik jika pada proses interaksi tidak ada usaha untuk peningkatan Sumber Daya Manusia, tidak terdapat proses ekonomi di pasar local dan rendahnya interaksi dengan daerah pertumbuhan lain. Berdasarkan hasil penilaian interaksi lokasi penelitian dengan pertumbuhan lain di Pulau Buton diperoleh bahwa nilai tertinggi dari semua jenis potensi interaksi antar wilayah di lokasi penelitian adalah Kecamatan Batuatas-Sampolawa, menyusul Kecamatan Kadatua-Batauga dan Kecamatan Siompu-Batauga. Arahan untuk optimasi di lokasi penelitian antara lain berupa peningkatan sumber daya manusia, pemberian modal bagi pedagang lokal, perbaikan kualitas dan kuntitas sarana transportasi, pengadaan alat tangkap ikan secara moderen dan membuka rute transportasi laut baru bagi semua pulau, menjadikan bidang peternakan kambing dan ayam sebagai usaha mata pencaharian utama setelah bidang perikanan.
The current research was conducted in small islands in the southern region of Buton Regency in Southeast Sulawesi Province. It was aimed to determine the relationship between the degree of interaction of small islands in the southern region of Buton regency with Bau-Bau City and the regional development in each island; to clarify the interactive pattern of those islands with other developmental region in Buton mainland, and to develop a model of inter-islands optimization model to boost the development progress in each small islands in the southern region of Buton regency. In this study, several other development areas in the island of Buton were selected as areas having potential interactions with the research area that consist of seven districts. The method employed here is of quantitative analysis with gravity model to determine the value of interactive potential with other development in Buton Island that, in turn, transformed using statistical scaling method. Descriptive method employed to determine the level of regional development of each island using classification method and to see the real interactive value in the form of goods and services traffic between the small islands and Bau-Bau City. The value of the level of development of small islands and the Value of the level of real interaction between the small island and Bau-Bau City can be described using cross tabulation method. The results demonstrated that the high value of real interaction between the small islands in the southern region of Buton regency with the Bau-Bau City can not be followed by higher level of development when, in the process of interaction, there was no effort to improve human resources, no economic activities in local market and the interaction with other developing area remain lower. Based on the assessment of researched locations interaction with other area of development in Buton Island, the highest value of all interactive potential between the regions in the researched location was found in Batuatas-Sampolawa subdistrict, followed by Kadatua-Batauga and Siompu-Batauga subdistricts. Recommendation for optimization in the research location, among others, is the improvement of human resources, provision of capital for local traders, improving the quality and quantity of transportation, provision of modern fishing equipment, opening of new sea transportation routes for all islands and making goat and poultry farms as the main livelihood of sectors after fisheries.
Kata Kunci : Interaksi riil,Potensi interaksi,Optimasi interaksi,Tingkat pembangunan