Modalitas perempuan dalam kontestasi politik lokal :: Studi kasus pada caleg perempuan dalam Pemilu 2009 di Kabupaten Indramayu Jawa Barat
NURMALASARI, Dewi, Abdul Gaffar Karim, M.A
2010 | Tesis | S2 Ilmu PolitikTulisan ini membahas tentang kontestasi perempuan dalam pemilu 2009. Pembahasan difokuskan tentang penggunaan modalitas dalam rangka memenangkan kontestasi elektoral. Secara teoritik ada tiga modalitas yang digunakan yakni modalitas sosial, ekonomi, dan politik. Tiga modalitas ini yang digunakan oleh para calon anggota legislaif (caleg) di Indramayu ketika bertarung mendapatkan kursi di parlemen lokal. Studi ini dilakukan Kabupaten Indramayu dengan meneliti tiga politisi yang berhasil memperoleh kursi di DPRD. Ketiga politisi adalah Ana Sophanah dari partai Golkar, Rofiqoh dari partai Demokat, dan Liyanah Listia Dewi.dari PDIP. Dalam rangka menelisik kiprah dan modalitas tiga politisi tersebut, maka penulis melakukan wawancara dan pembacaan aktikel, buku dan majalah untuk memperoleh gambaran yang utuh terhadap tiga figur politisi tersebut. Hasil riset menunjukkan bahwa tiga politisi tersebut terpilih karena, pertama, kontestasi yang berbasis individu pada pemilu 2009 memberikan peluang kepada mereka untuk terpilih menjadi anggota DPRD. Kedua, kekuatan tiga modalitas itu digunakan dengan cara yang berbeda-beda sekalipun tujuan akhirnya sama yakni bisa terpilih menjadi anggota DPRD. Ketiga, ketiga figur politisi ni masing-masing bersandar pada kekuatan yang dimiliki oleh orang terdekatnya. Misalnya, Ana Sophanah memperoleh dukungan yang kuat dari suaminya selaku Ketua Partai Golkar sekaligus Bupati Indramayu untuk meraup suara dari masyarakat. Sementara Rofiqoh memperoleh dukungan suara lewat jaringan aktivis yang dimiliki suaminya. Sedangkan Liyanah Listia Dewi mendapat dukungan dari sang ayah sebagai pengusaha sukses. Ada pun kesimpulan dari tulisan adalah, pertama, bisa dijadikan bahan pelajaran bagi kader ataupun masyarakat luas bahwa untuk bisa mrnduduki jabatan kursi DPRD harus memiliki modalitas. Kedua, bisa menjadi inspirasi bagi perempuan yang akan terlibat dalam dunia politik praktis.
This study discusses female contestation in the 2009 Election. The discussion is focused on the use of modalities in terms of winning electoral contestation. Theoretically, there are three modalities used, i.e. social, economic and political modalities. They are used by the candidates of legislative members in Indramayu regency when struggling for prestigious seats in local parliament. The study was conducted in Indramayu Regency with subjects of three politicians successfully winning seats in the People’s Representative Council at regency level. They are Ana Sophanah from Golkar party, Rofiqoh from Democratic party and Liyanah Listia Dewi from the Indonesian Democratic Party of Struggle. In tracing the participation and modalities of the three politicians, in-depth interviews and the readings of related articles, books and magazines were done for a complete picture of the political figures. Result of the study indicates that the three politicians were elected because: First, individual-based contestation in the 2009 Election provided them with good opportunity to be elected as members of local parliament. Second, power of the three modalities were used with different ways despite the same final goal to be elected as members of local parliament. Third, the three politician figures were each rely on power owned by fellow figures. For example, Ana Sophanah gained strong political supports from her husband as Chief of Golkar Party and Indramayu Regent for winning votes from societies, Rofiqoh gained supports through activist networks built by her husband, and Liyanah Listia Dewi gained supports from her father as a successful entrepreneur. Based on the result, it can be concluded that any efforts for winning prestigious seats in the local parliament should be supported by strong modalities and all the three female politicians could be inspirational figures for other women that will participate in practical political contestation in the future.
Kata Kunci : Women, Modality, LOcal parliament, Election