Membedah efektivitas program pemberdayaan masyarakat :: kajian desain P2KP dan implementasinya di Kabupaten Lombok Tengah
WIRNATA, Lalu, Dr. Purwo Santoso, M.A
2010 | Tesis | S2 Ilmu PolitikTesis ini mengkaji tentang penyebab kegagalan suatu program pemberdayaan, yakni Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP), dalam memberdayakan masyarakat. Penelitian ini penting dilakukan sebab program tersebut telah dilanjutkan dengan nama yang berbeda (sejak 2009 menjadi PNPM Mandiri) namun dengan desain yang tidak jauh berbeda sehingga kemungkinan kegagalan membayangi pelaksanaannya kedepan. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi perbaikan program tersebut di masa depan. Pelacakan pada kegagalan program tersebut dilakukan melalui studi evaluasi yang secara secara spesifik diperkuat dengan acuan desain ideal sebuah program untuk membedah bangunan desain P2KP dan memanfaatkan teori implementasi kebijakan untuk mengkaji secara detail mengenai implementasi program di lapangan. Jelasnya, penelitian ini meliputi tataram desain yang bersifat nasional dan implementasinya di Lombok Tengah. Penjabaran tentang kedua bagian itu juga memberikan pemahaman yang lebih lengkap mengenai korelasi antara desain dan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evalutif yang bersifat investigatif dengan menelusuri sejarah serta isi dari unit analisis utama. Penelitian didahului dengan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan objek penelitian seperti pengumpulan data melalui observasi, pengamatan langsung, wawancara mendalam dan studi pustaka. Kemudian data-data yang dikumpulkan dianalisa dan dirangkai menjadi suatu hasil penelitian. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kegagalan pemberdayaan bersumber dari cacat bawaan pada desain program P2KP dan dari proses implementasi desain itu sendiri. Bentuk kesalahan pada desain yaitu : a. Penyeragaman dalam tujuan dan strategi program dimanapun dilaksanakan sehingga cenderung insensitif terhadap kondisi setempat; b. Berusaha menyembunyikan semangat bagi-bagi uang dengan memaksakan prosedur yang dianggap standar bagi seluruh sasaran; c. Pola pengalokasian dana cenderung diskriminatif; d. Peluang bagi keterlibatan oknum birokrasi dalam lembaga swadaya masyarakat sehingga dapat mereduksi kemandirian lembaga; e. Evaluasi yang dilakukan secara sepihak oleh pelaksana program; f. Periodisasi pelaksanaan kegiatan cenderung tidak fleksibel karena mengikuti periode pekerjaan pemerintah; g. Bentuk sumberdaya yang dialokasikan tidak variatif dan ditetapkan sepihak; Sedangkan dari proses implementasinya sendiri ditemukan tiga sebab kegagalan program yaitu : a. Pelaksana program dan pemerintah daerah tidak memiliki koordinasi yang baik dalam pelaksanaan setiap kegiatan; b. Respon masyarakat terhadap kegiatan P2KP lemah karena kultur masyarakat lokal tidak sesuai desain kegiatan; c. Prioritas Pembangunan Pemerintah Daerah di Lombok Tengah Tidak Sama dengan Tujuan Program P2KP.
This thesis examined failure cause of an empowerment program, namely Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP), in powered a society. This Research is very important to be done because the program have been continued by the name of different (since 2009 becoming PNPM Mandiri) but by design that is not far differ so that failure possibility overshadow its execution to the future. Thereby result of this research is expected can be the contribution for correction of that program in the future. Detection of those program failure conducted by evaluation study which is specific strenghtened with the ideal reference of a program design to operate on the building of design of P2KP and exploit the theory of policy implementation to study in detail concerning the implementation program in the field. Sharpness, this research cover the design having the character of national design and its implementation in Kabupaten Lombok Tengah. Explanation about two part of that also give the more complete understanding concerning the correlation among the design and its implementation. Research method used is evalutif method which having the investigatif character by tracing history and also contents of especial analysis unit. Research preceded by collecting substance which related to research object, such as data collecting by observation, direct perception, circumstantial interview and book study. Afterwards, the data’s collected to be analysed and stringed up to be a research outcome. Conclusion obtained in this research are enableness failure stem from inviable at the design of P2KP and from process of implementation of desain itself. Form of the mistake of the design that is : a. Uniforming in target and strategy program anywhere executed so that tend to the insensitif to local condition; b. Try to hide the spirit of assorting money by forcing procedure assumed by standard for all target; c. Pattern of fund Allocation tend to discriminatory; d. There is an opportunity for involvement of a person of bureaucracy in self-supporting institute of society so that can reduce the independence institute; e. Evaluation conducted unilaterally by executor of the program; f. Period of activity execution tend to inflexible because following governmental work period; g. Type the resources which allocation to the program has not variatif and it is defined uniterally. Whereas from its own implementation process was found three failure cause of the program that is : a. Executor program and local government don’t have any good coordination in execution of every activity; b. Society Respon to the activity of P2KP has very weak because activities in the design inappropriate to the local society culture; c. Development priorities of Local Government in Kabupaten Lombok Tengah are diverge to the goal of P2KP.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Desain, Implementasi, Kegagalan