Laporkan Masalah

Dampak kebijakan relokasi pedagang kaki lima :: Studi penelitian pad pedagang pasar klitthikan Pakuncen Yogyakarta

SUDARJANTI, Endang Tri, Dr. Agus Pramusinto, MDA

2010 | Tesis | S2 Administrasi Negara

Kebijakan relokasi terhadap pedagang kaki lima perkotaan merupakan salah satu cara penataan pedagang dengan menempatkan kembali pada tempat yang representatif agar pedagang tetap dapat menjalankan kehidupannya. Maraknya pedagang kaki lima perkotaan yang merupakan sebagian besar mata pencaharian kaum urban ke Yogyakarta, menyebabkan Pemkot untuk menerapkan kebijakan relokasi. Melalui Perwal No. 45 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda 26/2002 Tentang Penataan PKL, Pemkot merelokasi pedagang yang berasal dari Jalan Asem Gede, Mangkubumi dan Alun-alun Selatan ke Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Kebijakan relokasi pedagang ke Pasar Klithikan Pakuncen dan Dampak Sosial- Ekonomi pedagang pasca relokasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan survai deskriptif untuk mengeksplorasi dan klarifikasi mengenai kehidupan pedagang. Data kuantitatif dan data kualitatif dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data Kuantitatif dikumpulkan melalui angket yang diberikan pada 226 pedagang. Data Kualitatif didapatkan melalui wawancara kepada Pejabat Pemkot Yogyakarta, pengelola pasar dan pedagang. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif. Analisis dampak menggunakan metode komparasi sebelum dan sesudah pedagang relokasi. Penelitian yang dilakukan mendekati dua tahun pasca relokasi pedagang memperlihatkan pertama kebijakan relokasi lebih banyak memberikan dampak simbolis daripada substantif, hal mana terlihat dalam pemberdayaan pedagang yang dirasa belum memberikan peningkatan kemampuan dan ketrampilan sebagaimana diharapkan. Kedua, relokasi pedagang telah menimbulkan dampak social yang positif berupa perubahan pengorganisasian pedagang kearah yang lebih baik. Pengorganisasian melalui pengelola pasar dan KOMPAK memberikan rasa aman bagi para pedagang. Dampak sosial memperlihatkan pula hal yang tidak diharapkan oleh pedagang diantaranya adalah hilangnya ikatan dengan pelanggan lama dan sepinya kunjungan, pelanggan tidak sebanyak di lokasi lama. Ketiga, relokasi telah menimbulkan dampak positif secara ekonomi bagi sebagian kecil pedagang yaitu meningkatnya pendapatan, tetapi lebih banyak berdampak yang pada umumnya dirasakan adalah menurunnya tingkat pendapatan khususnya pedagang yang berasal dari Jalan Mangkubumi. Penelitian merekomendasikan pertama penataan kawasan disekitar pasar Pakuncen seyogyanya memiliki keberagaman kebutuhan masyarakat. Kebutuhan ini berupa area perdagangan dan rekreasi sehingga kawasan akan lebih menarik kunjungan dan memberikan dampak social-ekonomi secara positif terhadap kehidupan pedagang pasar. Kedua, pentingnya pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pedagang dalam menampilkan kreasi usaha yang lebih kreatif dan beragam. Ketiga, pedagang lebih memperkuat diri dalam KOMPAK baik dari segi finansial dan usaha.

The thesis attempts to study the effects of relocation policy on informal traders in Asem Gede Street, Mangkubumi and South Square to Pakuncen Market by Municipality Government of Yogyakarta. The research aims at discovering the economic and social effects of the traders after the relocation. The research adopts descriptive survey approach on 226 traders. Data are collected through questionnaire, interview, observation, and documentation. The analysis on the effects is conducted through comparative method before and after the relocation. The research, which was conducted two years after the relocation, concludes that: first, relocation policy gives more symbolic effects than the substantive ones. This can be seen from the traders’ empowerment which has not given any improvement on traders' ability and skill as expected. Second, relocation of traders has brought positive social effect in the form of changes in the organization of the traders toward a better direction. The organization of the traders through the market manager and KOMPAK provides security for the traders. Social effects also indicate some situations which are not expected by the traders, such as the loss of bond with the former customers, the small amounts of customer/slack condition, and the smaller amount of customers. Third, relocation has brought positive effect economically for the small part of traders that is the increase of their income. However, the common effect felt by the traders from Mangkubumi is the decrease of income. Several things to note from the research are (1) the regional arrangement policy by the municipality government, so that the trade area surrounding Pasar Pakuncen offers a variety of community's needs. These needs include trade and recreation so that the area will attract more visits. This policy can give social and economic effects positively on the lives of the traders in Pasar Klithikan Pakuncen, (2) the empowerment to improve the ability and skill of the traders to perform more creative and varied business creations, (3) the traders reinforce themselves more through KOMPAK both from the financial sector and business. This is conducted by increasing the efforts of cooperation with other parties in promoting their trading business.

Kata Kunci : Relokasi,Dampak sosial,Dampak ekonomi, Relocation, Social and Economic Effect


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.