Dinamika modal sosial (sosial capital) di Pesantren Nurul Ummah :: Studi tentang modal sosial pada masa dan pasca kepemimpinan KH Asyhari Marzuqi
HAMID, Dra. Susi Darayanti, M.Sc
2010 | Tesis | S2 SosiologiPesantren adalah salah satu karya bangsa kita, telah berdiri sejak 300 – 400 tahun silam dan memiliki keunikan tradisi yang berbeda dengan komunitas masyarakat pada umumnya. Modal sosial (social capital) di pesantren tumbuh subur karena hubungan kekerabatan, kebersamaan, dan sikap saling menolong antar sesama begitu kental. Namun dengan adanya era informasi dan komunikasi yang semakin kuat menyebabkan hubungan mereka semakin terkikis dengan semakin tumbuhnya sikap individualistic dan oportunistik. Tidak mengherankan jika kemudian di pesantren konflik berpotensial terjadi dan dapat menghancurkan integritas pesantren. Berbagai upaya dilakukan untuk menumbuhkan kembali social capital yang sempat terkoyak. Penulis tertarik untuk melihat bagaimana social capital ; kepercayaan (trust); norma-norma (norms) ; jaringan (network) di pesantren Nurul Ummah. Dalam penelitian ini penulis melihat di pesantren Nurul Ummah social capital terjaga walaupun di pesantren ini ada konflik intern yang sangat berpotensi memecah belah integritas pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1986. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pesantren Nurul Ummah menumbuhkan kembali modal sosial dengan menelaah kerja sama dan jaringan sosial pesantren. Metode penelitian yang digunakan untuk membahas masalah di atas adalah kualitatif, dengan teknik sampling sampel bertujuan (purpossive sampling), untuk mendapatkan data secara alamiah, dengan melakukan penelitian lapangan (Field Research). Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang umumnya dilakukan pada penelitian dalam bentuk studi kasus, untuk menggambarkan permasalahan di lapangan dan menganalisanya berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini mengumpulkan data dengan tiga cara yaitu: observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, untuk melihat modal social yakni melalui kerja sama dan jaringan sosial Pesantren Nurul Ummah. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa kepercayaan di pesantren Nurul Ummah cukup kuat. Ketokohan kiai Asyhari Marzuqi saat masih hidup sebagai top leader pesantren Nurul Ummah cukup berpengaruh. Pasca wafat Kiai Asyhari Marzuqi, kepercayaan cenderung lemah sebab munculnya konflik internal antara pengasuh dengan santri senior–yayasan. Norma, aturan, dan nilai-nilai pesantren saat kiai Asyhari Marzuqi hidup berlangsung konsisten. Namun pasca wafat beliau, norma, aturan, dan nilai lembaga lemah. Sementara dalam hal kerjasama dan jaringan sosial saat kiai hidup tergolong kuat. Pasca wafat beliau justru melemah. Indikator pelemahan itu adalah kurangnya ghiroh (semangat) santri, pengurus, stakeholder, dan partisipasi serta kiprah mereka di pesantren dan masyarakat.
Pesantren is one of our nation works that have been standing since 300 – 400 years ago, that has unique tradition which is different to common society community. The social capital in pesantren is growing because genetic relationship, togetherness, and helping each other among them are very strong. By the existence of information and communication era, that relation is scraped by the growing of individualistic and opportunistic behavior. It’s not astonishing as many conflicts potentially get happen in pesantren, and sometimes destruct its integrity. Some efforts was applied to revive the ripped social capital. The writer is interested to view social capital, trust, norms and network at Pesantren Nurul Ummah. In the research, the researcher has seen social capitals those are still kept even there are internal conflict that potentially disintegrate pesantren’s unity since 1986. The formula of problems is how Pesantren Nurul Ummah has reemerged its social capital by analyzing the cooperation and the social network of pesantren. The research applied qualitative method with purposive sampling to get data naturally with field research. It used descriptive qualitative design that is commonly used in case study research to describe problem in field and to analyze it based on data obtained. Data were collected through observation, interview and documentation. It used phenomenological approach to observe social capital in cooperation social network of pesantren Nurul Ummah. The result of this research is that the existence of pesantren has been conserved because the people of pesantren, either stakeholder; caretaker, foundation, managers or students have strong social capital, even the internal conflict happened in pesantren. In order to revive its social capital, Pesantren Nurul Ummah always applied some discussions to solve many social problems they face, these are conducting deliberation forum of caretaker with stakeholders or students at pesantren. Meanwhile, on the level of family network, either caretakers or managers of pesantren; trough family forums or management of inter-pesantren, they do silaturahim and various meetings, recommend each other about where they should study in pesantren, exchange teachers, etc. The caretakers determine reviving of social capital at Pesantren Nurul Ummah within two mentioned problems.
Kata Kunci : MOdal sosial,Kerja sama,Jaringan sosial