Laporkan Masalah

Membangun jaminan sosial pedagang sektor informal :: Studi tentang bentuk-bentuk jaringan sosial dan modal sosial komunitas desa Jagapura Kec. Gegesik Kab. Cirebon di Kota Bandung

HIDAYAT, Tolka, Drs. Purwanto, M.Phil

2010 | Tesis | S2 Sosiologi

Kebutuhan adanya jaminan hidup yang lebih baik bagi individu atau kelompok masyarakat merupakan sesuatu hal yang harus terpenuhi, tidak terkecuali bagi pekerja sektor informal dan PKL di perkotaan. Sektor informal dan kaki lima merupakan peluang kerja alternatif bagi komunitas warga Desa Jagapura Kabupaten Cirebon di Kota Bandung dan memiliki cara tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Adanya komunitas yang terbentuk bermula dari adanya pola interaksi dan kerja sama antara satu dengan yang lainnya. Keluarga, saudara dan komunitas merupakan dasar utama dari adanya hubungan kerja sama untuk menghadapi tekanan-tekanan sosial-ekonomi. Berawal dari situ kemudian berkembang menjadi jaringan dan modal sosial yang di tengarai memilikiinplikasi terhadap jaminan sosial bagi para pelakunya. Berawal dari persoalan di atas, penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1) Apa bentuk-bentuk jaringan sosial dan modal sosial dalam komunitas pedagang sektor informal Desa Jagapura Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon di Kota Bandung? (2) Bagaimana implikasi jaringan sosial dan modal sosial dalam mekanisme perlindungan jaminan sosial bagi pedagang sektor informal komunitas tersebut? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memfokuskan pada pendekatan interpretatif dan naturalistik terhadap subjek kajiannya. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua macam yaitu teknik observasi dan teknik wawancara tak-terstruktur (unstructured interview). Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tiga sub-proses yang berkaitan, yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi data/kesimpulan. Untuk mendapatkan analisis yang baik, maka digunakan beberapa teori yang relevan dengan tema penelitian ini. Setelah melakukan penelitian dilapangan dengan menggunakan metode dan teori yang digunakan, maka hasil yang diperoleh sebagai berikut: (1) keterlibatan anggota komunitas dalam sistem jaminan sosial yang dilakukan oleh negara terbatas pada bantuan sosial, sedangkan dalam sistem asuransi sosial masih sangat rendah. Ada beberapa alasan diantaranya, tidak mengetahui tentang asuransi, tidak mampu membayar, terlalu rumit dan tidak tertarik/tidak membutuhkan. (2) Bentuk-bentuk modal sosial yang berimplikasi langsung dalam mekanisme jaminan sosial adalah arisan, simpan-pinjam dan aktifitas-aktifitas sosial yang memunculkan harapan dan kewajiban bagi pelakunya. (3) Sedangkan modal sosial lainnya yang tidak memiliki implikasi langsung dalam mekanisme perlindungan jaminan sosial komunitas adalah konsep hidup kepercayaan (trust), nilai- nilai agama, menjaga tradisi lokal, dan aktifitas jamiyyah.

Need for a better life assurance for individual or community groups is a matter that must to be me t, no exception for informal sector workers and street vendors (PKL) in urban areas. The informal sector and street vendors is the alternative employment opportunities for village communities in Jagapura, Cirebon in the city of Bandung and they have its own way to fulfilling their necessities of life. These communities are formed stems from the patterns of interaction and cooperation between each other. Family, relatives and communities are the main basic for the existence of cooperative relationships for dealing from social-economic pressures. Starting from there evolved into a network and social capital that was estimate has implications for social security for the perpetrators. Starting from the above problems, this research attempts to answer the following questions: (1) What the forms of social networks and social capital in communities of informal sector traders in Jagapura, Gegesik, Cirebon in the city of Bandung? (2) How the implications of social networks and social capital in social security protection mechanisms for informal sector traders community? This study uses a qualitative method that focuses on the interpretative and naturalistic approach to subject study. While, data collecting technique done in two ways, there are observation and unstructured interview techniques. The collected data were analyzed through three sub-process related, i.e. data reduction, data presentation and verification of data or conclusions. To get a good analysis, we used several theories that are relevant with the theme of this research. After conducting research in the field with methods and theories used, the results obtained are as follows: (1) The involvement of community members in the social security system by the state is limited to social assistance, while the social insurance system is still quite low. There are several reasons including: no expert about the insurance, unable to pay, too complicated and are not interested or do not need. (2) Forms of social capital that had directly implications in the mechanism of social security are a social gathering, savings and loans and social activities that gave rise to expectations and obligations for the perpetrators. (3) While, the others social capital who do not have direct implications in the mechanism of social security protection is the concept of trust, religious values, maintaining local traditions, and activities of jamiyyah.

Kata Kunci : Community,Social security,Social capital and networks


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.