Laporkan Masalah

Pendidikan politik koalisi perempuan wilayah Yogyakarta tahun 2000-2008

ROVIANA, Sri, Dr. Partini

2010 | Tesis | S2 Sosiologi

Perempuan Indonesia adalah kelompok marginal dalam pengambilan keputusan politik. Marginalisasi perempuan bidang politik, telah merugikan rakyat secara keseluruhan. Berbagai organisasi perempun sebelum kemerdekaan, hingga pasca reformasi tidak satupun secara khusus menganggap pendidikan politik kepada kaum perempuan sebagai langkah penting. Sementara focus program Koalisi Perempuan pada bidang pendidikan politik menjadi penting untuk diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, eksploratif, eksploratif agar tergambar dengan jelas kaitan antar persoalan. Penggalian data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview), sebagai data primer, dan studi literature sebagai data sekunder. Setelah itu data dianalisis dengan mempergunakan perspektif teori gerakan social. Temuan penelitian: Pertama, pendidikan politik menjadi upaya jangka panjang membekali kaum perempuan agar memiliki visi politik dalam kehidupan individu, kelompok, maupun bernegara. Kedua, Koalisi Perempuan wilayah Yogyakarta karena ideology dan nilai yang dipegang beragam, menjadi kesulitan ketika harus menjalankan mobilisasi di lapangan. Koalisi Perempuan wilayah Yogyakarta sebagai sebuah ormas gerakan, tergantung pada actor dan donor utama. Ketiga, Koalisi Perempuan wilayah Yogyakarta dalam aktivitasnya lebih merepresentasikan kelas elit dan berpendidikan yang diwakili pengurusnya, bukan representasi anggota basis yang ada di dusun-dusun dengan tampilnya kelas ekonomi lemah dan berpendidikan rendah. Keempat, karena relasi ormas perempuan dengan donor agency yang demikian dekatnya, tanpa disadari dalam jangka panjang telah membuat ormas gerakan berjalan tatkala ada dana dari donor, dan terseok - seok tatkala donor agency pergi. Kesimpuan penelitian: Koalisi Perempuan Indonesia wilayah Yogyakarta sesungguhnya telah memenuhi syarat sebagai embrio atau percikan gerakan social baru, namun tumbuhnya gerakan ini harus menyiasati faktor pelemah yang hadir di tengah jalan: kesulitan membangun ideo logy bersama, politik representasi yang diwakili para elite organisasi, tidak ada konsolidasi pengorganisasian basis, ketergantungan dana pada donor agency, serta kurangnya swadaya dan swadana anggota untuk melakukan pendidikan politik perempuan.

Kata Kunci : Pendidikan politik,Isu gerakan,Gerakan sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.