Model pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara
SERO, Aderius, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS
2010 | Tesis | S2 Kajian PariwisataPenelitian berjudul Model Pengembangan Pariwisata Bahari Berbasis Masyarakat bertujuan untuk: 1) Mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata bahari di obyek wisata pantai Tagalaya, Kumo dan Kakara Kabupaten Halmahera Utara, 2) Mengetahui pelaksanaan model pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat di pantai Tagalaya, Kumo dan Kakara Kabupaten Halmahera Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisa mengenai persepsi dan bentuk partisipasi serta pemberdayaan masyarakat melalaui model pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara (indepth interview), observasi dan dokumentasi, sumber datanya adalah masyarakat, pemerintah dan pengelola obyek wisata yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukan, Pertama: persepsi terhadap peluang lapangan kerja adalah dapat memberikan lapangan kerja, kesempatan berusaha bagi masyarakat; persepsi terhadap sarana wisata yaitu masih belum memadai, perlu penambahan, peningkatan dan perawatan; persepsi terhadap sumberdaya manusia masih rendah kualitasnya, baik sumberdaya manusia di pemerintah maupun masyarakat; persepsi terhadap pengelolaan masih sangat rendah, belum memuaskan, terlihat dari tingkat pelayanan belum optimal; persepsi terhadap promosi yaitu perlu promosi tetapi pembenahan obyek terlebih dahulu. Kedua: masyarakat dapat berpartisipasi/berperanserta. Bentuk paritisipasi masyarakat adalah partisipasi tidak langsung yaitu: mengikuti berbagai pertemuan, penyuluhan, menjaga keamanan dan kebersihan. Partisipasi langsung yaitu sebagai pengelola obyek wisata, mendirikan warung makan, menyiapkan homestay, menyiapkan sarana transportasi, melaksanakan proyek pembangunan sarana wisata dan kerjasama dengan sektor swasata. Ada pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pihak pemerintah/pengelola yaitu. a) pelatihan, b) penyuluhan, c) pendampingan, dan d) bantuan modal. Model pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara, dapat diimplementasikan dalam bentuk peningkatan sumberdaya manusia, penataan pengelolaan, dan pemasaran/promosi yang lebih intensif, dan meningkatkan peranserta dan pemberdayaan mayarakat sehingga tercipta perencanaan dan pengelolaan yang terpadu.
This research aimed to (1) study perception of people and private institution on maritime tourism development in Tagalaya, Kumo and Kakara in North Halmahera regency and (2) to study implementation of the community based maritime tourism development in Tagalaya, Kumo and Kakara in North Halmahera regency. It used descriptive method to describe and analyze perception and participation and people empowerment activity. It used qualitative approach, which result in descriptive data in form of written or oral words of observed people. The processed data was then discussed systematically to get picture of the condition with final results of conclusion. Data was collected through in-depth interview, observation and documentation with informants of people, government, and administrator of tourism resorts selected purposively. Results of the research indicated that first: people perceive the development model as providing work. They perceived tourism facility should be improved. About human resources, they perceive that it was very supporting. In addition they perceive management of the tourism object is low indicated with less optimal service level. Moreover, promotion was required with improvement of the resorts first. Second: people in the three tourism resorts participated in the maritime tourism development. The participation was in attending meeting, dissemination, security and order/cleanness. Their contribution was manifested in form as management of tourism object, establishing food shop, providing home stay, preparing maritime transportation, doing tourism infrastructure development project in the resorts and cooperating with private sectors. Community empowerment was done through development of tourism village by government of administrator through training and education, dissemination, partnership, and capital aid for infrastructure development. Maritime tourism development model in North Halmahera regency can be implemented in human resource, management, and more intensive promotion, community participation and empowerment to create the integrated planning and management.
Kata Kunci : Model, Pengembangan, Pariwisata Bahari, Berbasis Masyarakat, model, development, maritime tourism, community based