Peran dari praktik peningkatan operasi dalam memoderasi hubungan antara teknologi manufaktur lanjutan dan fleksibilitas manufaktur
LATUCONSINA, Zainuddin, Drs. Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM
2010 | Tesis | S2 ManajemenPasar, bisnis dan teknologi informasi yang cepat berubah seiring perubahan-perubahan lingkungan bisnis, untuk itu perusahaan harus merespon dengan perubahan tersebut dalam memenangkan persaingan. Kemampuan perusahaan untuk merespon perubahan tersebut dengan menerapkan fleksibilitas manufaktur selain kualitas, biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi manufaktur lanjutan pada kompetensi manufaktur yang fleksibel. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh kompetensi manufaktur yang fleksibel pada kapabilitas manufaktur yang fleksibel. Serta menganalisis peran dari praktik peningkatan operasi dalam memoderasi hubungan antara teknologi manufaktur lanjutan dan kompetensi manufaktur yang fleksibel. Penelitian ini menyebarkan 100 kuesioner kepada manajer operasi dari perusahaan manufaktur yang ada di Yogyakarta. Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis menggunakan multiple regression analysis dan moderated regression analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknologi manufaktur lanjutan berpengaruh positif pada kompetensi manufaktur yang fleksibel. Kompetensi manufaktur yang fleksibel berpengaruh positif pada kapabilitas manufaktur yang fleksibel. Serta hubungan antara teknologi manufaktur lanjutan dengan kompetensi manufaktur yang fleksibel dapat menjadi lebih kuat jika dimoderasi oleh praktik peningkatan operasi.
Markets, business and information technology are rapidly changing with the changes in business environment, the companies must respond changes to winning the competition. Company's ability to respond to these changes by implementing manufacturing flexibility in addition to quality, cost and time. The porpose of this study is to analyze the influence of advanced manufacturing technology on a flexible manufacturing competence. The study also analyzes the influence of flexible manufacturing competence on flexible manufacturing capabilities. And analyze the role of operation improvement practice within moderate the relationship between advanced manufacturing technologies and flexible manufacturing competence. This research distribute questionnaires to 100 operating managers of manufacturing companies in Yogyakarta. In this study, testing the hypothesis using multiple regression analysis and moderated regression analysis. The results showed that the advanced manufacturing technology has a positive effect on a flexible manufacturing competence. Flexible manufacturing competence has a positive effect on a flexible manufacturing capabilities. And the relationship between advanced manufacturing technology with a flexible manufacturing competence may be stronger if it is moderated by operation improvement practie.
Kata Kunci : Teknologi manufaktur lanjutan,Praktik peningkatan operasi,Kompetensi manufaktur yang fleksibel,Kapabilitas manufaktru yang fleksibel, advanced manufacturing technology, operations improvement practices, competence flexible manufacturing, flexible manufact