Penilaian jalan tol Prof.Dr.Ir. Sedyatmo (Ruas Tol Bandara Internasional Soekarno-Hatta) menggunakan pendekatan pendapatan 2010
ELINA, Dr. Budi Harjanto, M.Si
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai wajar dari aset jalan tol yang termasuk kategori properti khusus, untuk dilaporkan dalam laporan keuangan (neraca), sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) 16 bahwa mulai tahun 2012, aset tetap dalam laporan keuangan harus dilaporkan sesuai dengan nilai pasarnya. Hal ini sesuai dengan IFRS (International Financial reporting Standard) 16 tentang aset tetap, sehingga nilai aset tetap yang tercantum dalam laporan keuangan sesuai dengan akuntansi internasional. Pemahaman terhadap konsep tentang nilai dan tujuan penilaian harus dinyatakan dengan tegas agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penggunaan estimasi nilai yang dihasilkan. Data yang diteliti berupa Laporan Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan laporan cabangnya serta informasi lain, antara lain data lalu lintas harian dan tingkat pertumbuhannya serta tingkat kapitalisasi. Pendekatan dan metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai wajar jalan tol adalah pendekatan pendapatan menggunakan metode tradisional dan metode discounted cash flow dengan dasar penilaian menggunakan pendapatan bersih operasi dan arus kas bersih perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan estimasi nilai wajar jalan tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo yang dapat dicantumkan dalam laporan keuangan adalah sebesar Rp2.786.084.700.000,00 (dua trilyun tujuh ratus delapan puluh enam milyar delapan puluh empat juta tujuh ratus ribu rupiah).
The purpose of this research is to estimate the fair value of toll road asset included as a specialized property category, to be reported in the financial statements (balance sheet), in accordance with the agreements that have been determined by the Indonesian Institute of Accountants (IAI) under the SFAS (Statement of Financial Accounting Standards) 16, that starting from year 2012, a fixed asset in a financial statement must be reported in accordance with its market value. This is in accordance with the IFRS (International Financial Reporting Standard) 16 on the fixed asset, whereby the value of the fixed asset as listed in the financial statement is in accordance with the international accounting. The understanding of the concept on value and objectives of the appraisal must be definitely expressed in avoiding the misunderstanding in applying the resulted value estimation. The data in this research are PT Jasa Marga (Persero) Tbk.’s financial statements and the financial report of its branch, and other informations, among others the daily traffic data and its growth rate, and capitalization rate. The valuation approach and methods that is used to determine the fair value of the toll road is the income approach using the traditional method and discounted cash flow method, with the basis valuation using net operating income and net cash flow. The results showed that the estimated fair value of toll road of Prof. Dr. Ir. Sedyatmo that can be reported in the financial statement amounted Rp2.786.084.700.000, 00 (two trillion seven hundred and eighty-six billion and eighty-four million seven hundred thousand rupiahs).
Kata Kunci : Nilai wajar,Properti khusus,Pendekatan pendapatan,Metode tradisinoal