Evaluasi nilai wajar saham Bank BTN pasca initial public offering tahun 2009
DAROJAH, Farid, Prof. Eduardus Tandelilin, M.B.A.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai wajar per lembar saham Bank BTN sebagai nilai pembanding bagi harga penawaran yang telah ditetapkan pemerintah pada saat initial public offering (IPO). Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengetahui apakah harga penawaran yang ditetapkan pemerintah pada saat IPO Bank BTN berada dalam kondisi undervalued atau overvalued. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis apakah pergerakan harga saham Bank BTN di pasar modal sesuai dengan hasil penilaian nilai wajarnya atau tidak . Penelitian ini penting dilakukan karena pada saat bookbuilding terdapat oversubscribe hingga dua kali lipat yang mengindikasikan adanya penetapan harga penawaran saham yang kurang tepat untuk initial public offering (undervalued). Data yang diteliti berupa laporan Keuangan Bank BTN serta informasi lain antara lain laporan keuangan perusahaan pembanding, data keuangan Bank BTN dan perusahaan pembanding. Metode analisis yang digunakan untuk menentukan nilai intrinsik per lembar saham adalah metode discounted cash flow dan relative valuation. Metode analisis untuk menentukan apakah harga penawaran yang ditetapkan pemerintah pada saat IPO berada dalam kondisi undervalued atau overvalued adalah dengan membandingkan harga pasar dengan nilai intrinsiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai intrinsik per lembar saham Bank BTN adalah sebesar Rp1.092. Harga penawaran pada saat IPO sebesar Rp800,- adalah undervalued. Harga pasar sekarang Rp1.060,- masih undervalued, tetapi sudah bergerak mendekati nilai wajarnya.
The purpose of this research is to estimate the fair value per share of BTN as a benchmark value against offering price being settled by government for the initial public offering (IPO). This research is also aimed to determine whether the offering price being settled by government for the IPO BTN is undervalued or overvalued. In addition, this research also analyzes whether Bank BTN’s stock price movements in the capital market in accordance with the fair value assessment or not. This research is important because during the bookbuilding there oversubscribe up to twice that indicates a stock offering pricing that is less appropriate for an initial public offering (undervalued). The data in this research are BTN’s financial reports and other information such as financial reports of comparable firms, BTN’s financial statements and the comparable firms. Discounted cash flow and relative valuation were used to esmimate the fair value per share. To determine whether offering price per share at the time the government set the IPO are undervalued or overvalued, we compare offering price with the fair value. The results showed that the fair value per share of BTN’s common stock is Rp1.092. The offering price for IPO (Rp800,-) is ndervalued. Current market price is Rp1.060 also still undervalued, but have moved closer to the fair value.
Kata Kunci : Nilai wajar,Harga penawaran,Undervalued,Overvalued,Relative valuation