Laporkan Masalah

Analisis partisipasi masyarakat dalam program desa mandiri energi :: Studi pada DME berbasis pembangkit listrik tenaga mikrohidro di kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat

SYAHRUDIN, Ibnu, Dr. Soeratno, M.Ec

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Program Desa Mandiri Energi (DME) merupakan salah satu program yang relatif baru (dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2007), agar desa dapat memanfaatkan energi setempat, khususnya energi terbarukan (Mikrohidro, Biomassa, Energi Angin, Energi Surya, Bahan Bahar Nabati) untuk pemenuhan kebutuhan energinya dan kegiatan yang bersifat produktif. Salah satu komponen dasar dalam program tersebut adalah partisipasi masyarakat yang berkelanjutan, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan operasionalisasi serta pemeliharaan. Namun sejauh ini belum ada penelitian yang menganalisis mengenai partisipasi masyarakat dalam program DME tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam program pengembangan Desa Mandiri Energi (DME), khususnya yang berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kabupaten Lombok Barat dan menganalisis faktor-faktor yang penting dalam mempengaruhi partisipasi masyarakat pada program pengembangan DME tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner yang ditujukan kepada masyarakat di lokasi kegiatan DME, yaitu di Desa Sedau Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat serta data sekunder berupa peraturan-peraturan dan dokumen-dokumen yang terkait dengan program DME. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala Likert dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Desa Mandiri Energi berbasis PLTMH di Desa Sedau Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun operasionalisasi dan pemeliharaan telah mencapai tingkat delegated power atau telah mencapai tingkat partisipasi sesungguhnya, dimana masyarakat telah mendapatkan sebagian kewenangan pemerintah dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Sedangkan faktor-faktor penting dalam mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Desa Mandiri Energi berbasis PLTMH tersebut berturut-turut antara lain adalah komitmen dan dukungan pemerintah (19,04 persen), manfaat program (18,14 persen), peraturan (17,94 persen), kepemimpinan (15,14 persen), informasi dan komunikasi (15,04 persen). Terakhir pendamping atau peran fasilitator (11,07 persen) dan status individu (3,63 persen).

Energy Self-Sufficient Village (ESSV) development program is one of a relatively new program (announced by the government in the year 2007), so that villagers can make use of local energy, especially renewable energy (Micro Hydro, Biomass, Wind Energy, Solar Energy, Biofuels) for compliance energy needs and activities that are productive. One of the basic components of the program is sustainable community participation, both in the process of planning, implementation and operation and maintenance. But so far no studies that analyze the community's participation in the ESSV program. This study aims to measure the level of community participation in Energy Self-Sufficient Village development program, especially those based on micro hydro power plant (MPP) in West Lombok district and analyze the factors that are important in influencing people's participation on the ESSV development program. Data used in this research is the primary data in the form of a questionnaire addressed to the community in the Village Sedau Narmada District of West Lombok district as well as secondary data in the form of regulations and documents related to the Energy Self-Sufficient Village. Analysis tools used in this research is descriptive quantitative Likert scales and Analytical Hierarchy Process method (AHP). The results showed that the level of community participation in ESSV activities in Sedau Village, Sub-district Narmada, West Lombok District, both in the planning phase, implementation and operation and maintenance has reached a level of delegated power or has reached the level of real participation, where communities have received most government authority in carrying out these activities. While the important factors in influencing the level of community participation in ESSV activities among others is the commitment and support of the government (19,04 percent), the benefits of the program (18,14 percent), regulation (17,94 percent ), leadership (15,14 percent), information and communications (15,04 percent). Last facilitator or the facilitator role (11,07 percent) and individual status (3,63 percent).

Kata Kunci : Tingkat partisipasi masyarakat,Desa mandiri energi, level of community participation, Energy Self-Sufficient Village


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.