Perbedaan kadar d-dimer plasma pada kanker payudara metastasis dan non metastasis
YUSUF, Laily Indrayanti, dr. Usi Sukorini, Sp.PK(K).,M.Kes
2010 | Tesis | S2 Patologi KlinikSetengah dari pasien dengan tumor yang baru saja didiagnosis sudah mengalami metastasis. Penyebab kematian sebagian besar pada keganasan, termasuk pada kanker payudara adalah metastasis Besarnya aktivasi koagulasi dan fibrinolisis dilaporkan berkorelasi dengan stadium kanker dan prognosis pada beberapa keganasan termasuk kanker payudara. Disamping pemeriksaan - pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis metastasis terutama matastasis jauh dan pemeriksaan yang bersifat optional (atas indikasi) perlu dikembangkan parameter yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya metastasis pada kanker payudara. Pemeriksaan yang diusulkan adalah D-Dimer plasma. Tujuan penelitian adalah menilai kadar D-Dimer plasma pada kanker payudara metastasis dan non metastasis. Penelitian ini merupakan uji perbedaan kadar D-Dimer plasma pada pasien kanker payudara yang metastasis dan non metastasis. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Subyek penelitian adalah pasien kanker payudara yang datang ke poliklinik onkologi Tulip dan One Day Care (ODC) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang dipilih secara berurutan (konsekutif) dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel darah pasien berupa 1,8 ml darah diperoleh dengan teknik plebotomi dan disimpan dalam tabung sitrat untuk pemeriksaan D-Dimer. Darah utuh tersebut disentrifus, plasma disimpan dalam freezer -800C. Sampel plasma dikumpulkan, kemudian dilakukan pemeriksaan DDimer tiap 1 bulan dengan alat imunologic analyzer Minividas (Biomerieux) sampai jumlah sampel terpenuhi. Perbandingan rerata data kontinyu dilakukan dengan uji t-independent (2 populasi yang tidak saling berhubungan) dan uji oneway ANOVA (lebih dari 2 populasi). Bila data tidak terdistribusi normal digunakan Mann-Whitney dan Kruskall-Wallis. Signifikansi hasil ditetapkan bila p<0,05, dengan interval kepercayaan 95%. Data yang diperoleh berupa frekuensi dan distribusi variabel-variabel yang teliti disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dilakukan penelitian terhadap 52 subyek, 34 diantaranya terdiagnosis sebagai kanker payudara metastasis dan 18 non metastasis. Terdapat perbedaan bermakna kadar D-Dimer antara pasien metastasis dan non metastasis dengan nilai p=0,038 dan antara kadar D-Dimer dengan stadium klinis, stadium T dan stadium N dengan kemaknaan berturut-turut: p= 0,001, 0,0005 dan 0,038).
Half of patients with recently diagnosed tumor are already have metastasis. The cause of death in most of malignancy, including breast cancer is metastasis. The degree of coagulation activation and fibrinolysis is reported to be correlated with cancer stage and prognosis in some malignancies including breast cancer. Beside examinations that suggested for the diagnosis of metastasis, particularly distant metastasis and optional examinations (based on indication), there is a need for a parameter that can be used as a marker for metastasis in breast cancer. One of the recommended markers is plasma D-dimer. The objective of the current study is to asses the difference of plasma D-Dimer level between metastatic and non metastatic breast cancer. This study is a differential test of plasma D-dimer level in breast cancer patients with and without metastasis. The design of this study was cross-sectional. The subjects in this study were consecutive patients with breast cancer that visited the Tulip oncology outpatient clinic and One Day Care (ODC) of Dr. Sardjito hospital in Yogyakarta, who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. A 1.8 mL blood sample was taken with phlebotomy and kept in citrate tube for D-dimer test. The whole blood was then centrifuged, the plasma kept in a freezer of -80oC. The plasma was then collected and D-dimer test was conducted every month with Minividas immunologic analyzer (Biomerieux) until the required sample number are fulfilled. Mean comparison of the continuous data were determined by independent t-test (2 unrelated populations) and one-way ANOVA (for data with more than 2 populations). If the data is skewed, Mann-Whitney and Kruskall-Wallis are used. The result is considered as significant if p < 0.05, with 95% confidence interval. The data expressed in frequency and the distributions of the studied variables are presented as tables and graphics. In the study, from 52 subjects recruited, 34 of them diagnosed as breast cancer with metastasis and 18 without metastasis. There is a significant difference in the level of D-dimer between patients with metastasis and without metastasis with p = 0.038 and between D-dimer with clinical staging, T staging and N staging (p = 0.001,.0005, and 0.038, respectively).
Kata Kunci : Kanker payudara, kadar D, Dimer, Uji perbedaan