Laporkan Masalah

Kebutuhan informasi bagi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam penemuan penderita TB Paru di Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam

ROYANDI, M. Edi, Dr. Hermin Indah Wahyuni, M.Si

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Puskesmas IV Koto sudah beberapa tahun tidak pernah mencapai target penemuan tersangka penderita TB paru dan penderita TB paru yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. Sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 rata-rata penemuan tersangka TB paru adalah 22 % dari target, sedangkan rata-rata penemuan penderita TB paru (BTA+) adalah 37 % dari target. Beberapa upaya telah dilaksanakan oleh Puskesmas IV Koto untuk meningkatkan cakupan penemuan tersangka penderita TB paru dan penderita TB paru, diantaranya adalah melalui pembagian target per nagari/desa kepada setiap bidan desanya dan pemberian informasi tentang penyakit TB paru kepada masyarakat agar masyarakat berpartisipasi dalam penemuan penderita TB paru. Walaupun kegiatan tersebut telah dilaksanakan bertahun-tahun tetapi Puskesmas IV Koto tetap tidak pernah mencapai target seperti yang telah ditentukan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi kebutuhan informasi masyarakat guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penemuan penderita TB paru di Puskesmas IV Koto kabupaten Agam. Metode : Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan rancangan studi kasus. Rancangan ini dipilih untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat tentang penyakit TB paru dan ketersediaan informasi tentang penyakit TB paru bagi masyarakat sehingga dapat teridentifikasi informasi tentang penyakit TB paru yang dibutuhkan masyarakat. Hasil : Masyarakat menganggap penyakit TB paru sebagai penyakit yang berbahaya tetapi masyarakat kurang memahami mengenai penyebab dan gejala penyakit TB paru. Kendala bagi masyarakat untuk melaporan kasus TB paru adalah karena tidak tahu gejala serta adanya rasa segan/takut apabila terlapor menjadi marah. sementara itu Penyuluhan penyakit TB paru secara langsung dan melalui media hanya dilakukan di lokasi-lokasi tertentu saja. Materi yang disampaikan kepada masyarakat hanya mengenai penularan penyakit TB paru, gejala dan himbauan untuk berobat. Kesimpulan dan Saran : Masyarakat belum menganggap penyakit TB paru sebagai suatu ancaman. Untuk meningkatkan partisipasi, masyarakat membutuhkan informasi tentang penyebab, gejala, penularan dan kasus TB paru yang belum ditemukan. Bidan desa juga harus menjaga rahasia identitas pelapor yang melaporkan kasus di masyarakat. Untuk meningkatkan cakupan penyuluhan tentang penyakit TB maka diperlukan pelatihan bagi bidan desa dan petugas TB tentang strategi komunikasi kesehatan, optimalisasi peran kader serta kemitraan dengan ustadz.

Background: For several years Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat- Public Health Centre) IV Koto has never achieved the targeted finding of pulmonary TB suspects and pulmonary TB sufferers as stated by Health Agency of Agam District. From 2005 to 2008, the average finding of pulmonary TB suspects was 22 % of the target, while the average finding of pulmonary TB sufferers (BTA+) was 37 % of the target. Several efforts has been taken by Puskesmas IV Koto to enhance the finding coverage of pulmonary TB suspects and pulmonary TB sufferers, among others, through target distribution per nagari//village to every village midwife and distribution of pulmonary TB information to the public so that they participate in the finding of pulmonary TB sufferers. Althought the activity has been conducted for years but Puskesmas IV Koto never achieves the stated target. Purpose : The purpose of this research is to explore the society’s need for information in order to enhance society participation in the finding of pulmonary TB in Puskesmas IV Koto of Agam District. Method : This research is qualitative study with case study design. This design is selected as it will elicit society’s perception and information availability regarding pulmonary TB for the society, so can be identified the pulmonary TB information which is needed for community. Result : The society considers pulmonary TB as a dangerous disease; however they have lack of understanding about the causes and symptoms of pulmonary TB. The obstacle for them in reporting pulmonary TB cases is because of lack of knowledge about the symptoms and reluctance/fear that the reported person will get angry. Meanwhile, conseling on pulmonary TB, either directly or through media, is only carried out in certain locations. The information given to the society is only about the spread of pulmonary TB, its symptoms and appeal to seek medical treatment. Conclusion and Recommendation : The society has not considered pulmonary TB as a threat. In order to enhance participation, the society needs information regarding causes, symptoms, transmission of pulmonary TB and TB cases that are yet to be found. Village midwives must also keep the identity of people reporting TB cases as a secret. In order to enhance the coverage of conseling on TB there needs to be training for village midwives and TB workers regarding health communication strategy, optimalization of cadres’ role and partnership with ustadz.

Kata Kunci : Kebutuhan informasi, Partisipasi, Penyakit TB Paru


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.