Laporkan Masalah

Peningkatan peran babinsa dalam membantu pencegahan terorisme :: Studi di wialayah Kodim 0609-Kab. Bandung

KUSNADI, Irwan, Prof. Dr. Irwan Abdullah

2010 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Kegiatan terorisme di Indonesia telah berkembang menjadi ancaman yang serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dimana telah banyak jatuh korban yang diakibatkannya, apapun latar belakang dan motif terorisme merupakan ancaman yang potensial bagi seluruh komponen bangsa, namun dalam penanganannya belum maksimal hasilnya, karena penanganan terorisme selama ini masih didominasi oleh aparat Polri (Densus 88), peran babinsa sebagai ujung tombak TNI didaerah bersama masyarakat sipil cenderung terabaikan, padahal terorisme selalu bersembunyi dilingkungan masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan aksinya, oleh karena itu perlu diberdayakan kembali potensi Babinsa dalam membantu Polri dalam upaya pencegahan terorisme didaerahnya.Untuk melaksanakan penelitian ini diperlukan seperangkat teori pendukung sebagai landasan konsep sekaligus pisau analisis yang akan diaplikasikan dalam penelitian nantinya, adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif mulai dari pernyataan sebagai informasi penelitian sampai pada analisis data , sedangkan strategi yang digunakan dalam penelitian adalah (1) orientasi teoritik ; (2) wawancara ; (3) observasi ; (4)dokumentasi.Dari hasil penelitian nanti diharapkan ditemukan permasalahan tentang bagaimana kondisi obyektif peran babinsa dan dapat mengidentifikasi faktor apa saja yang menentukan keberhasilan dan kendala pada peran tersebut serta bagaimana menemukan strategi mengoptimalkan peran babinsa dalam membantu pencegahan terorisme tersebut sehingga dapat terwujudnya peningkatan peran Babinsa dalam membantu pencegahan terorisme di wilayah Kodim 0609 Kabupaten Bandung Hasil penelitian dan wawancara, tanggapan, harapan dan saran serta kuisioner dapat disimpulkan bahwa kondisi obyektif masyarakat dan Aparat menyatakan bawah Terorisme adalah musuh bersama, namun dalam pelaksanaan penanganannya belum ada kesamaan pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang sama dalam hal ini peran Aparat Terkait dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif membantu Polri dalam pencegahan Terorisme di perlukan suatu landasan hukum yang bisa operasional di lapangan agar ada kejelasan pelaksanaannya antara peran Aparat Terkait maupun Aparat dengan masyarakat, disamping itu perlu adanya sosialisasi yang ketat kepada masyarakat untuk diberikan pemahaman tentang bahaya Terorisme serta perlunya peran Babinsa dengan meningkatkan 5 (lima) kemampuan Teritorial yaitu : kemampuan ditekesi dini, lapor cepat, cegah dini di dukung kemampuan manajerial, kemampuan penguasaan wilayah serta kemampuan Pembinaan Rakyat Terlatih dan kemampuan komunikasi sosial.

Terroism activities in Indonesia have grown into a serious threat to the life of nation and state where it has a lot of resultant casualties. Whatever the background and motives of terrorism is a potential threat to all components of the nation. But the results have not been up to handle because the handling of terrorism is still dominated by the Police (Densus 88). Babinsa role as the main component of TNI in the region with civil society tend to be overlooked. Meanwhile terrorism is always lurking in the communities to plan and implement actions. Therefore it needs to be re-empowered Babinsa potensial in assisting the police to prevent terrorism in the region.To implement the research, supporting theory is necessary as the basis for the concept and analysis that will be applied in the research. The research methods that are applied are qualitative approach, starting from the statements as the research information to the data analysis. Furthemore, the strategies being used in this study are (1) theoretical orientation; (2) interviews; (3)observation; (4) documentation.As the result of the research, it is expected to be found, the problem of how objective conditions of Babinsa role is, and to identify the factors that determine the success and the constraints on that role and how to find a strategy to optimize Babinsa role in terrorism prevention in order to empower the role of Babinsa in assisting terrorism prevention in the region of Kodim 0609 in Bandung The conclusion of the research and the interview, suggestion, hopes, and questioners as well, that is the objective condition of the society & the bodies invoved, state that terrorism is our big enemy. However, there is no similar way of thinking. offitude, and action in handling this issu. In this case, the role of the bodies involved an the community, to participate actively, in assisting the Police, Besides, the basis of law which could be applied, is required.Therefore, the role of the bodies involed and the community is crystal. In addition, the socialzation of how dangerous terrorism is, should be knowledged by the community. The role of Babinsa is required to improve fiv teritorial abilities, those are : early detection, report as soon as passible, early antycipation supported by managerial ability, organize Ratih & social communication, Teritorial accupation.

Kata Kunci : Terorisme,Peran Babinsa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.