Laporkan Masalah

Proses pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan program neighbourhood upgrading shelter sector project (NUSSP) di Kota Bau-Bau

SABARUDDIN, Ir. Suryanto, MSP

2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Sebagai upaya menangani perumahan kumuh Kota Bau-Bau, pemerintah telah meluncurkan program Neighbourhood Upgrading Shelter Sector Project (NUSSP) yang pelaksanaannya sejak tahun 2005 hingga tahun 2009. Program tersebut menggunakan pendekatan tridaya, sehingga proses pelaksanaan dan pengelolaan seluruh kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan program NUSSP di Kota Bau-Bau khususnya di Kelurahan Bataraguru, Tomba, dan Nganganaumala pada tahun 2006. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan deduktif dengan berpangkal pada suatu teori, hukum atau kaedah di mana analisis datanya menggunakan penggabungan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingginya dorongan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan tersebut tidak menjamin tercapainya keberhasilan tanpa didukung oleh kinerja lembaga masyarakat di tiga kelurahan. Upaya untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera setelah pelaksanaan program tersebut belum tercapai. Kondisi permukiman masyarakat yang ada pada lokasi sasaran program NUSSP masih memperlihatkan belum adanya suatu perubahan, begitupun dengan tingkat pendapatan masyarakat setelah program tersebut berakhir tidak mengalami suatu peningkatan. Pelaksanaan program tersebut hanya menfokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan, sedangkan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera belum nampak. Demikian pula tingkat kesadaran masyarakat serta peran lembaga masyarakat setelah pelaksanaan program tersebut belum dapat menunjang keberlanjutan program walaupun sarana-prasarana yang dibangun sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Diharapkan untuk pelaksanaan program pemberdayaan selanjutnya, penguatan kapasitas agar lebih diutamakan kepada pelaku perubahan sehingga proses pembelajaran yang diberikan kepada masyarakat lebih efektif.

In the effort to deal with slum housing problem in Bau-Bau City, local government has launched the Neighborhood Upgrading Shelter Sector Project (NUSSP) since 2005 until 2009. The program uses “Tridaya” approach, so that the process of implementation and management of all activities handed over entirely to the public. This study aims to determine the achievement of community empowerment activities in the implementation of the program NUSSP in Bataraguru, Tomba, and Nganganaumala villages. The research carried out by using deductive approach based on theory and data processed by means of combination between quantitative and qualitative data analyses. The research result showed that high public motivation to engage in these activities does not guarantee the achievement of program without the support of public institutions in the villages. Efforts to create an independent and prosperous community after the program implementation have not yet been achieved. Community housing conditions that existed at the target location of program is still unchanging and the same is true for community income levels after the program ended. Program implementation is only focusing on improvement of environmental qualities while the aim of creating an empowered, independent, and prosperous community has not yet been achieved. The level of public awareness and the role of community institution after the implementation of program have not been able to support the program sustainability even if the infrastructure build is very benefited for community and environment. It is expected that in the next implementation of empowerment program, one thing to be accounted is strengthening of capacity for the change actors so that the learning process provided to the community is becoming more effective.

Kata Kunci : Masyarakat,Proses pemberdayaan,Program NUSSP


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.