Laporkan Masalah

Case-based reasoning untuk pendukung diagnosa gangguan pada anak autis

NURDIANSYAH, Yanuar, Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Ilmu Komputer

Permasalahan anak autis dalam dunia kedokteran dan psikologi menjadi momok bagi orang tua yang mempunyai anak penderita autis. Pada gangguan autisme, anak mengalami gangguan alam interaksi sosial, komunikasi dan perilaku yang terbatas dan berulang yang muncul sebelum anak berusia tiga tahun. Kelainan perilaku ini terlihat dari ketidakmampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain.Seolah-olah mereka hidup dalam dunianya sendiri. Para orang tua kadang tidak tahu kalau anaknya mengalami gangguan autis sehingga tidak tahu bagaimana cara mengetahui dan cara mengatasinya. Sehingga untuk mengetahui gangguan autis yang sedang dialami seorang anak dibutuhkan suatu sistem cerdas yang menyerupai pakar dalam bentuk penalaran berbasis kasus(Case-Based Reasoning) Penelitian ini mencoba untuk membangun suatu sistem Penalaran Berbasis Kasus (Case-Based Reasoning) untuk melakukan diagnosa awal gangguan autis pada anak dengan melihat ciri-ciri gejala yang ada pada anak tersebut. Proses diagnosa dilakukan dengan cara memasukan kasus baru (target case) yang berisi gejala-gejala penyakit yang akan didiagnosa ke dalam sistem, kemudian sistem akan melakukan proses similarity antara kasus baru dengan kasus-kasus (source case) yang sudah tersimpan di dalam basis-data (case-base) sistem. Kasus yang diambil adalah kasus dengan nilai similarity yang pailing tinggi. Jika suatu kasus tidak berhasil didiagnosa, maka akan dilakukan revisi kasus oleh pakar psikolog. Kasus yang berhasil direvisi akan disimpan ke dalam sistem untuk dijadikan pengetahuan baru (fresh knowlegde) bagi sistem.Dari hasil penelitian menunjukkan sistem penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning) untuk mendiagnosa gangguan autis pada anak ini membantu psikolog atau paramedis hanya dalam melakukan diagnosa awal, Penalaran Berbasis Kasus memberikan kemudahan dalam melakukan diagnosis serta dapat beradaptasi dengan mudah dan cepat karena pengetahuan dan pembelajaran dibuat dalam bentuk kasus-kasus.

Autistic problems in medicine and psychology a scourge for parents who have autistic children. Autism disorders, children's experience the natural disturbance of social interaction, communication and behavior is limited and repeated that appears before the child three years old. This behavior disorders seen from the child's inability to interact with others. As if they live in a world of his own. Parents sometimes do not know if her son had autistic disorder, so do not know how to find and how to overcome them. So to know that autism disorders are experienced by a child needs an intelligent system that resembles the expert in the form of case-based reasoning This research tries to build case-based reasoning system to make early diagnosis of autism disorders in children by looking at the characteristics of the existing symptoms of the child. Diagnostic process is done by entering a new case (target case) that contains symptoms to be diagnosed with the disease into the system,then the system will perform the similarity between the new case with the cases (source case) is already stored in the data-base (case-base) system. The case taken is the case with the value of the highest similarity. If a case is not successfully diagnosed, then the case will be revised by an expert psychologist. Revised successful cases will be stored into the system to become the new knowledge for the system.The results showed a case-based reasoning system to diagnose disorders in children with autism is to help psychologists or paramedical only in conducting initial diagnosis, Case-Based Reasoning to facilitate in making a diagnosis and can adapt easily and quickly because knowledge and learning made in the form of cases

Kata Kunci : Penalaran berbasis kasus,Gangguan autisme,Target,case,Source,case,Case,base,Similarity,Fresh knowledge


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.