Laporkan Masalah

Implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif di Dinas Kesehatan Kota Semarang

WIJAYANTI, Alia, Dr. Ambar Widaningrum

2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Kebijakan Pemberian ASI eksklusif yang dikeluarkan dengan SK Menkes RI no.450/MENKES/SK/VI/2004 bertujuan agar seluruh bayi di Indonesia mendapatkan ASI saja sampai umur 6 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan Pemberian ASI eksklusif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif tersebut.Model implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif di Dinas Kesehatan Kota Semarang diwujudkan dalam 3 macam kegiatan, yaitu (1) Pelatihan Manajemen Laktasi, (2) Sosialisasi Kadarzi, dan (3) Pembinaan Petugas Gizi Puskesmas. Metode penelitian deskriptif kualitatif, penilaian kinerja implementasi kebijakan menggunakan indikator akses, cakupan, bias dan responsivitas.Hasil analisis terhadap implementasi kebijakan tersebut menunjukkan bahwa belum semua indikator untuk menilai kinerja implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif terpenuhi. Indikator akses maupun cakupan dari kegiatan Pelatihan Manajemen Laktasi belum terpenuhi. mplementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif yang dituangkan dalam wujud kegiatan Sosialisasi Kadarzi di Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah berjalan dengan baik, dilihat dari indikator akses, cakupan maupun bias menunjukkan hasil yang positif.Implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif yang dituangkan dalam wujud kegiatan Pembinaan Petugas Gizi Puskesmas sudah berjalan dengan baik, dari indikator responsivitas menunjukkan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petugas gizi dan sudah memenuhi harapan mereka. Ada sinergi positif dari implemetasi kebijakan pemberian ASI eksklusif dengan tujuan kebijakan yang ditunjukkan dalam 3 hal yaitu, (1) pendataan dan pelaporan ASI eksklusif yang lebih tertib dan mengikuti ketentuan yang berlaku, walaupun data ASI eksklusif yang dilaporkan belum semuanya sesuai dengan kenyataan; (2) Adanya peningkatan komitmen petugas kesehatan dalam melaksanakan kebijakan ini walau dirasakan belum menyentuh semua petugas kesehatan dan (3) Tingkat pencapaian cakupan pemberian ASI eksklusif menunjukkan ke arah peningkatan. Adapun faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif adalah faktor SDM yang dinilai cukup memadai dari sisi kuantitas dan juga kualitas, namun alokasi dana yang tersedia masih terbatas. Komitmen pelaksana kebijakan cukup kuat. Faktor hubungan antar organisasi dalam bentuk komunikasi dan koordinasi cukup mendukung pelaksanaan kebijakan ini, namun masih ada yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.Saran yang dapat penulis berikan adalah pembuatan Peraturan Daerah yang mengatur segala hal yang berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif khususnya bagi ibu bekerja, sosialisasi kepada masyarakat dan petugas kesehatan, advokasi kepada pihak eksekutif dan legislatif berkaitan dengan alokasi dana yang masih terbatas agar memperoleh dana yang memadai.

The aim of exclusive breast feeding policy (Indonesia Health Ministry Letter Number 450/MENKES/SK/VI/2004) is to assure that all infant in Indonesia only have breast feeding until six months old. This research’s goal is trying to know the breast feeding policy implementation and the factors affecting performance implementation that have been done by Dinas Kesehatan, Semarang city.Implementation model of that policy had been categorized in three programs, (1) Lactation Management Training, (2) Kadarzi Socialization and (3)Setting up Puskesmas’s Nutritionist. Research method used qualitative descriptive approach, with several indicators that was used to asses policy implementation performance such as coverage, bias, responsiveness and access.The breast feeding policy implementation had shown that all the indicators had not reached the criteria yet. The access and coverage indicator of Lactation Management program have not yet reached the criteria. The exclusive breast feeding implementation from Kadarzi Socialization program has reached the access, bias and coverage criteria and showed positive result. Responsiveness indicator for Setting up Puskesmas’s Nutritionist program had shown good impact for the person. The more positive results from this implementation are; (1) exclusive breast feeding data is better although sometimes it is not the same as the actual, (2) the increasing commitment of the health personal to carry out the policy, (3) the increasing of breast feeding coverage. Factors affecting policy implementation performance are the quantity and quality of human resources, and communication and coordination among the organization. But for communication and coordination factors, they had to be increased and repaired. Financial factors had to be increased in order to success the program implementation.Suggestions that can give a writer is the creation of Regional Regulations that govern all matters relating to the granting of exclusive breastfeeding,especially for working others,socialization to the community and health workers, advocacy to the executive and the legislature relating to the allocation of funds are still limited in order to obtain adequate funding.

Kata Kunci : ASI eksklusif,Implementasi kebijakan, exclusive breast feeding, policy implementation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.