Eksistensi koi herpesvirus pada ikan koi (Cyprinus carpio L.) di Kabupaten litar dengan deteksi secara imunositokimia dan polymerase chain reaction (PCR)
EDI, Sari, Prof. Drh. Kurniasih, MV.Sc., Ph.D
2010 | Tesis | S2 Sain VeterinerKoi Herpesvirus (KHV) merupakan penyakit viral pada Ikan Mas dan Ikan Koi (Cyprinus carpio) yang sangat menular sehingga menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi berkisar antara 80-100% dari populasi. Wabah KHV pernah terjadi di Kabupaten Blitar yang merupakan daerah budidaya Ikan Koi di Jawa Timur pada tahun 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi KHV pada Ikan Koi di Kabupaten Blitar dan ukuran Ikan Koi yang lebih rentan terinfeksi KHV. Penelitian dilakukan dengan cara pengambilan sampel di beberapa kecamatan yang merupakan sentra produksi Ikan Koi di Kabupaten Blitar antara lain Kecamatan Selopuro, Nglegok, Sanan Kulon, Kanigoro, Wlingi, Talun, Udan Awu dan Ponggok. Sampel ikan yang diambil berukuran 5-10 cm, 15-20 cm dan 21 cm ke atas. Ikan diambil dari masing-masing lokasi dan ukuran sebanyak 5 ekor. Ikan yang diperoleh diadaptasikan selama 1-3 hari dengan cara dipelihara dalam akuarium yang berukuran 40 X 60 X 80 cm. Uji Imunositokimia diawali dengan pengambilan darah vena caudal, diletakkan diatas objek glass dan diulas tipis, diinkubasi dalam larutan aseton selama 10 menit, ditetesi Normal Goat Serum dan diinkubasi pada suhu kamar selama 30 menit, selanjutnya dilakukan prosedur pewarnaan dengan teknik Streptavidin-Biotin. Hasil positip reaksi antigen-antibodi dengan perwarnaan Streptavidin-Biotin tampak warna coklat keemasan pada sel eritrosit. Uji molekuler terhadap infeksi KHV dengan metode Polymerase Chain Reacton (PCR) juga dilakukan untuk penguatan hasil Imunositokimia. Organ yang diambil adalah insang, diekstraksi, diamplifikasi dan elektroforesis. Hasil positip KHV apabila band berada pada 290 bp. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan Analisa Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pemeriksaan dengan metode Imunositokimia dan PCR terhadap 120 ekor ikan sampel diperoleh hasil 113 ekor negatif KHV dan 7 ekor positip KHV. Tingkat kejadian sebesar 13,33% terjadi di Kecamatan Nglegok dan Wlingi, tingkat kejadian 6,67% terjadi di Kecamatan Sanan Kulon, Talun dan Selopuro, sedangkan di Kecamatan Kanigoro, Ponggok dan Udan Awu tidak ditemukan infeksi KHV (prevalensi 0%). Ikan Koi ukuran di bawah 20 cm lebih rentan terhadap infeksi KHV. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah masih ada infeksi KHV pada ikan Koi di Kabupaten Blitar dengan tingkat kejadian 5,83%.
Koi herpesvirus (KHV), is a viral disease in Common Carp and Koi (Cyprinus carpio L.), a highly contagious, causing high morbidity and mortality ranging 80-100% from population. KHV outbreaks have occurred in Koi farming areas in Blitar East Java in 2002. This research to know KHV exist in koi in Blitar and Koi sizes are more susceptible infected with KHV. The research was conducted by taking samples in some districts as the center of Koi production in Blitar, among others Selopuro, Nglegok, Sanan Kulon, Kanigoro, Wlingi, Talun, Udan Awu and Ponggok. The sample size of fish taken 5-10 cm, 15-20 cm and 21 cm above. Fish were taken from each location and size of five individuals. Adapted fish obtained during the 1-3 day with ways kept in the aquarium 40 X 60 X 80 cm. Immunocytochemistry test begin with the caudal vein blood sampling, an object placed on a thin glass and reviewed, were incubated in a solution of acetone for 10 minutes, poured Normal Goat Serum and incubated at room temperature for 30 minutes, then performed the procedure and stained with Streptavidin-biotin technique. Positive results of antigen-antibody reaction with Streptavidin-Biotin look goldnes brown color on erythrocytes. Moleculer test using the Polymerase Chain Reacton (PCR) was also performed for strengthening the results immunocytochemistry. The organ is taken from the gills, was extracted, amplified, and electrophoresis. KHV positive results when the band is 290 bp. The data obtained were analyzed using descriptive analysis. The results showed that the method of immunocytochemistry and PCR examination to 120 fish samples obtained the same results, namely 113 KHV negative and 7 KHV positive. Prevalence of 13.33% occurred in district Nglegok and Wlingi, the prevalence of 6.67% occurred in the district of Sanan Kulon, Talun and Selopuro, while in district Kanigoro, Ponggok and Udan Awu KHV infection not found (prevalence 0%). Koi fish under 20 cm in size more susceptible to KHV infection. The conclusion of this research is still exist KHV in koi in Blitar with a prevalence of 5.83%.
Kata Kunci : Koi Herpesvirus, Cyprinus carpio, Imunositokimia, Polymerase Chain Reacton