Pengaruh takaran abu serbuk gergaji terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman lidah buaya (aloe vera) di lahan gambut
HADIJAH, Siti, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa
2010 | Tesis | S2 AgronomiTanaman lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu komoditas unggulan Kalimantan Barat yang pengembangannya diarahkan pada lahan gabut. Pemanfaat lahan gambut sebagai lahan pertanian memiliki banyak kendala, antara lain status hara makro dan mikro yang rendah dan kemasaman tanah yang tinggi. Pemanfaatan sumber daya lokal, seperti abu serbuk gergaji yang merupakan limbah industri kayu yang tersedia dan mudah didapatkan petani, dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kapur yang mahal dan sulit tersedia, untuk perbaikan sifat kimia gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu serbuk gergaji terhadap serapanN, P, N dan menentukan takaran abu serbuk gergaji yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada lidah buaya yang dibudidayakan di lahan gambut yang baru dibuka. Penelitian ini merupakan percobaan dilapangan yang dilakukan pada lahan gambut yang baru dibuka, di Parit H. Husin Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak Kalimantan Barat. Pelaksanaan penelitian mulai bulan Oktober 2009 sampai bulan Februari 2010. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap, dengan satu faktor perlakuan yaitu takaran abu serbuk gergaji (A) yang dibagi kedalam lima taraf perlakuan dan diulang lima kali, tanpa abu sebuk gergaji, 18 ton/ha, 36 ton/ha, 54 ton/ha dan 72 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran abu serbuk gergaji berpengaruh terhadap semua variabel penelitian kecuali jumlah daun, bukaan stomata dan indeks panen. Serapan hara N, P, K, pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya (Aloe vera) paling tinggi diperoleh pada takaran abu serbuk gergaji 54 ton/ha. Peningkatan takaran abu serbuk gergaji 72 ton/ha terjadi penurunan serapan hara N, P, K, pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya. Antara takaran abu serbuk gergaji 36 ton/ha, 54 ton/ha dan 72 ton/ha tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot segar per daun hasil.
Aloe vera plant was one of the preeminent commodity in west Kalimantan in which their development directed to peat. The utilization of peat as a farming land possessed a lot of obstacles, such as low micro and macro nutrition status and high acidity of soil. The usage of local resources like sawdust which was available as timber industry waste and accessible for farmer, would be able to used as a substitute for expensive and elusive lime, for improving the chemical attribute of peat. This research intended to discover an effect of sawdust towards the absorption of N, P, K and to define a dosage of sawdust that would be able to provide the best growth and yield of Aloe vera which was cultivated in the new open peat. This research was a field trial conducted in the new open peat, on H.Husin canal, south east Pontianak subdistrict, Pontianak city, West Kalimantan. Execution of this research started on October, 2009 until February, 2010. The research carried out by using complete group random design, with one treatment factor namely sawdust dosage (A) divided into five treatment levels and five times repeated without sawdust, 18 tons/ha, 36 tons/ha and 72 tons/ha. The output of this research indicated that the dosage of sawdust was effected to all variable of the research except the amount of leaves, an aperture of stomata and crop index. The highest absorption of N, P, K nutrition, growth and yield of Aloe vera plant was obtained in sawdust dosage of 54 tons/ha. The increasing of sawdust dosage 72 tons/ha resulted in decreasing of N, P, K nutrition absorption and the yield of Aloe vera plant. Among the sawdust dosage of 36 tons/ha, 54 tons/ha and 72 tons/ha was not provided an obvious effect to fresh weight for each generated leaves
Kata Kunci : Tanaman lidah buaya,Tanah gambut,Abu serbuk gergaji,Serapan N, P, K,Pertumbuhan dan hasil