Pengaruh inokulasi fungi mikoriza arbuskula dan takaran batuan fosfat terhadap proses fisiologis pertumbuhandan hasil lidah buaya di lahan gambut
ZULFITA, Dwi, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa
2010 | Tesis | S2 AgronomiPemanfaatan mikroorganisme dalam budidaya tanaman di lahan gambut masih sangat sedikit diperhatikan, sementara potensi mikroorganisme di lahan gambut mulai terbukti berpengaruh terhadap tanaman yang tumbuh di atasnya. Salah satu mikrobia yang memiliki peran penting bagi kehidupan tanaman adalah Fungi Mikoriza Arbuskula yaitu jamur akar yang bersimbiosis dengan akar tanaman. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan takaran batuan fosfat terhadap proses fisiologis, pertumbuhan dan hasil lidah buaya di lahan gambut serta mendapatkan takaran batuan fosfat yang terbaik bagi proses fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya yang diinokulasi dan yang tidak diinokulasi dengan Fungi Mikoriza Arbuskula. Penelitian menggunakan rancangan perlakuan faktorial 2 x 5 tata letak acak kelompok (RCBD) dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula terdiri dari 2 aras yaitu tanpa inokulasi FMA dan dengan inokulasi FMA. Faktor kedua adalah takaran batuan fosfat dengan 5 aras yaitu tanpa, 150, 300,450 kg batuan fosfat ha-1 dan 233 kg SP-36 ha-1 sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan batuan fosfat menyebabkan proses fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya lebih rendah dibanding SP-36. Demikian pula tanaman lidah buaya yang diinokulasi dengan FMA lebih baik dibanding tanaman lidah buaya tanpa inokulasi dengan FMA. Takaran batuan fosfat 300 kg ha-1 menunjukkan proses fisiologis, pertumbuhan dan hasil lidah guaya yang paling baik. Takaran batuan fosfat optimal pada tanaman lidah buaya yang diinokulasi dengan FMA adalah 215,83 kg ha-1 lebih rendah dibanding tanaman lidah buaya tanpa inokulasi dengan FMA yaitu 268,13 kg ha-1.
The use of microorganism in plant cultivation in peatlands still have little attention, whereas the potency of microorganism in peatlands proved to have an effect on the crop which grown above. One of the microbial that owning role of necessary for crop growth is Arbuscula Mychorrhizal Fungi that is root fungus which have symbiosis with crop root. The purpose of this research was to study the influence of arbuscula mychorrhizal fungi inoculation and rock phosphate rate and get the best rock phosphate rate to physiological process, growth and yield of Aloe vera grown in peatland. The research was arranged by using Randomized Completely Block Design (RCBD) of 2 x 5 factorial treatments, replicated 3 times as block. The first factor was FMA inoculation consisted of 2 levels : un inoculation and inoculation. The second was rock phosphate rate consisted of 5 levels : 0, 150, 300, 450 kg ha-1 rock phosphate and 233 kg ha-1 SP-36 as control. Result of the research showed that rock phosphate cause the physiological process, growth and yield of Aloe vera lower than SP-36. The physiological process, growth and yield of Aloe vera with inoculation FMA was better than un inoculation FMA. 300 kg ha-1 rock phosphate rate showed the best physiological process, growth and yield of Aloe vera on inoculation FMA or un inoculation FMA. The optimum rock phosphate rate on inoculation FMA Aloe vera plant was 215,83 kg ha-1, lower than un inoculation FMA which needed 268,13 kg ha-1.
Kata Kunci : Lidah buaya,Lahan gambut,Fungi mikoriza arbuskula,Takaran batuan fosfat,Proses fisiologis,Pertumbuhan,Hasil, Aloe vera, peatlands, arbuscula mycorrhizal fungi, rock phosphate rate, physiological process, growth, yield