Laporkan Masalah

Faktor resiko kejadian diabetes mellitus di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tahun 2006

ISKANDAR, dr. Madarina Julia, MPH, Sp.AK, Ph.D

2010 | Tesis | S2 IKM-Gizi dan Kesehatan

Latar Belakang : Peningkatan penyakit Tidak Menular (PTM) didominasi oleh penyakit kardiovaskuler, stroke, diabetes mellitus, kanker dan penyakit paru obstruksi kronik. Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu PTM di Indonesia, menunjukan peningkatan yang sangat tajam. Di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, prevalensi Konsumsi serat rendah, meningkat dari sebesar 88,8% pada tahun 2006 menjadi 94,5% pada tahun 2007. Prevalensi obesitas meningkat dari 13,1% pada tahun 2006 menjadi 26,9% pada tahun 2007. Prevalensi DM meningkat dari 11,8 % pada tahun 2006 meningkat menjadi 12,6% pada tahun 2007. Tujuan : Mengetahui hubungan antara konsumsi serat dengan kejadian DM dan berat badan, mengetahui hubungan antara berat badan dengan kejadian DM. Penelitian ini juga ingin mengetahui pengaruh usia, aktifitas fisik, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol terhadap hubungan berat badan dengan kejadian DM di DKI Jakarta. Metode : rancangan penelitian ini adalah cross sectional yang berbasis data Surveilens Faktor Risiko PTM Utama di DKI Jakarta Tahun 2006. Ada 1472 responden berusia 25–64 tahun yang berkontribusi pada penelitian ini. Faktor risiko konsumsi serat dihubungkan dengan kejadian DM dan berat badan. Pengaruh usia, aktifitas fisik, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol diuji terhadap hubungan antara berat badan dengan kejadian DM di DKI Jakarta. Hubungan antar variabel itu diuji secara statistik. Hasil : Konsumsi serat tidak berhubungan dengan kejadian DM dan berat badan. Berat badan memiliki hubungan sangat bermakna terhadap kejadian DM. Orang gemuk memilki risiko menderita DM sebesar 1,7 kali lebih tinggi dibanding orang yang tidak gemuk. Usia mempengaruhi hubungan antara berat badan dengan kejadian DM di DKI Jakarta tahun 2006. Kesimpulan : Konsumsi serat tidak berhubungan dengan kejadian DM dan berat badan. Berat badan berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus. Hubungan antara berat badan dengan kejadian DM dipengaruhi usia.

Background: The increase of Non Communicable Disease (NCD) is dominaned by cardiovascular, stroke, diabetes mellitus (DM), cancer and chronic obstructive lung diseases. DM as a part of NCD is indicating a sharp increase in Indonesia. In Jakarta Capital City Special Territory (DKI Jakarta) the prevalence of low fibre consumption increased from 88.8% in 2006 to 94.5% in 2007. The prevalence of obesity increased from 13.1% in 2006 to 26.9% in 2007. The prevalence of DM increased from 11.8% in 2006 to 12.6% in 2007. Objective: To identify association between fibre consumption with prevalence of DM and weight, to identify association between weight and the prevalence of DM. This research also wants to identify the impact of age, physical activities, smoking and alcohol consumption to association weight and the prevalence of DM in DKI Jakarta. Method: The study used cross sectional design which based on risk factor surveillance data of major non communicable diseases in DKI Jakarta 2006. There were 1472 respondents of 25-64 years old contributing in the study. Risk factor of fibre consumption was associated with the prevalence of DM and weight. Impact of age, physical activities, smoking and alcohol consumption was tested against association between weight and the prevalence of DM in DKI Jakarta. Association among variables was tested statistically. Result: There was no association between fibre consumption with prevalence of DM and weight. Weight had very significant association with the prevalence of DM. Obese people had risk for having DM 1.7 times higher than non obese people. Age affected association between weight and the prevalence of DM in DKI Jakarta in 2006. Conclusion: There was no association between fibre consumption and weight. There was association between weight and the prevalence of DM. Association between weight and the prevalence of DM was affected by age.

Kata Kunci : Konsumsi serat,Berat badan,Diabetes mellitus,fibre consumption, weight


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.