Hubungan antara status kesehatan oral dan asupan zat gizi dengan status gizi lanjut usia yang mengikuti kelompok lanjut usia di Kabupaten Sleman
WIJAYA, Akhdrisa Mura, dr. I Dewaa Putu Pramantara, Sp.PD, K-Ger
2010 | Tesis | S2 IKM-Gizi dan KesehatanLatar belakang : Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2006, usia harapan hidup tingkat nasional mencapai 68,5 tahun, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 73 tahun dan Kabupaten Sleman 73,8 tahun. Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menyebutkan bahwa masalah gigi dan mulut secara nasional prevalensinya 23,5%, prevalensi di DIY 23,6 %. Di Kabupaten Sleman penyakit pulpa dan jaringan periapikal pada lansia didapatkan sebanyak 1704 kasus dan termasuk 10 besar penyakit rawat jalan di puskesmas. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman tahun 2007 menyebutkan lansia dengan berat badan kurang berjumlah 406 orang. Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara status kesehatan oral dengan asupan zat gizi dan status gizi pada lanjut usia di Kabupaten Sleman. Metode penelitian : penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan crossectional. Subjek penelitian adalah lanjut usia yang berusia 60–74 tahun, sebanyak 310 orang yang berada di Kabupaten Sleman. Data diperoleh dengan cara wawancara, pemeriksaan status kesehatan oral, pengukuran berat badan dan rentang lengan. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian : ada hubungan yang bermakna antara status kesehatan oral dengan asupan protein yaitu RP= 2,38; 95% CI: 1,42–3,97; p=0,001. Status kesehatan oral dengan asupan energi, lemak dan karbohidrat memiliki hubungan yang tidak bermakna, masing-masing RP= 0,35; 95% CI: 0,78–2,01; p=0,352, RP= 0,93; 95% CI: 0,55–1,59; p= 0,799 dan RP= 0,31; 95% CI: 0,49–1,25; p=0,785. Hubungan antara asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat dengan status gizi didapatkan hubungan yang bermakna masing-masing RP= 2,98; 95% CI: 1,58–5,58; p= 0,000, RP= 2,44; 95% CI: 1,05–5,67; p=0,034, RP= 3,68; 95% CI: 1,93–7,03; p= 0,000 dan RP= 4,89; 95% CI: 2,54–9,44; p=0,000. Tidak ada hubungan yang bermakna antara status kesehatan oral dengan status gizi yaitu RP= 1,79; 95% CI: 0,94–3,43; p= 0,073. Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara status kesehatan oral dengan asupan protein, sedangkan energi, lemak dan karbohidrat tidak ada hubungan yang bermakna. Asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat mempunyai hubungan yang bermakna dengan status gizi lanjut usia. Status kesehatan oral dengan status gizi tidak memiliki hubungan yang bermakna.
Background: According to data of Central Bureau of Statistics 2006, life expectancy in Indonesia is 68.5 years, life expectancy at Yogyakarta Special Territory is 73 years and at District of Sleman is 73.8 years. Basic Health Research 2007 states that the prevalence of dental and oral health in Indonesia is 23.5%, at Yogyakarta Special Territory is 23.6%. At District of Sleman pulpa and periapical tissue diseases in the elderly reach 1704 cases and belong to the ten greatest of inpatient disease at health centers. Data of Sleman District Health Office 2007 indicates as many as 406 elderly are underweight. Objective: To identify association between oral health status and nutrient intake and nutrition status of the elderly at District of Sleman. Method: The study was analytic observational with cross sectional design. Subject of the study were the elderly of 60-74 years old, as many as 310 people at District of Sleman. Data were obtained through interview, examination of oral health status, measurement of weight and arm length. Data analysis used univariate and bivariate with chi square. Result: There was significant association between oral health status and protein intake (RP=2.38; 95%CI=1.42-3.97; p=0.001). There was no significant association between oral health status and intake of energy (RP=0.35; 95%CI=0.78-2.01;p=0.352), fat (RP=0.93; 95%CI=0.55-1.59; p=0.799) and carbohydrate (RP=0.31; 95%CI=0.49-1.25;p=0.785). There was significant association between intake of energy (RP=2.98; 95%CI=1.58-5.58; p=0.000), protein=RP2.44;95%CI=1.05-5.67; p=0.034), fat (RP=3.68; 95%CI=1.93-7.03;p=0.000) and carbohydrate (RP=4.89; 95%CI=2.54-9.44; p=0.000) and nutrition status. There was no significant association between oral health status and nutrition status (RP=1.79; 95%CI=0.94-3.43;p=0.073). Conclusion: There was significant association between oral health status and intake of protein, but not with intake of energy, fat and carbohydrate. There was significant association between intake of energy, protein, fat, and carbohydrate and nutrition status of the elderly. There was no association between oral health status and nutrition status.
Kata Kunci : Status kesehatan oral,Asupan zat gizi,Status gizi,Lanjut usia, oral health status, nutrition status, intake of nutrient, elderly