Komunikasi orang tua dan perilaku seksual remaja sekolah menengah kejuruan di Kota Batu Raja
SARI, Desi Kurnia, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, Ph.D
2010 | Tesis | S2 IKM-Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan ReproduksiLatar Belakang: Perilaku seksual remaja yang berisiko tinggi telah menjadi masalah kesehatan masyarakat. Dampak negatif dari perilaku seksual remaja berakibat fatal terhadap masa depan remaja dan kualitas generasi selanjutnya. Komunikasi orang tua memiliki peran yang besar terhadap perilaku seksual remaja Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis peran komunikasi orang tua dalam mencegah perilaku seksual remaja berisiko tinggi. Metode Penelitian: Observasional dengan rancangan cross sectional. dan wawancara mendalam. Responden adalah 250 remaja kelas 3 SMK di Kota Baturaja. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling, sedangkan penentuan jumlah sampel secara proporsional. Analisis data dengan univariabel, bivariabel dan multivariable. Hasil Penelitian: Komunikasi orang tua berhubungan dengan perilaku seksual remaja. Prevalensi remaja yang berperilaku seksual risiko tinggi lebih banyak 1,7 kali (RP 1.7 95%CI=1,13-3,83) ditemukan pada komunikasi orang tua yang buruk daripada komunikasi orang tua yang baik. Komunikasi orang tua mampu memprediksi kejadian perilaku seksual remaja yang berisiko tinggi sebesar 9,3% setelah dikontrol variabel umur, religiusitas, media dan teman sebaya. Analisis wawancara mendalam kepada remaja yang telah aktif seksual menunjukkan adanya komunikasi tentang seksualitas antara orang tua dengan remaja yang kurang terbuka, isi pesan moral yang tidak jelas dan cara penyampaian yang tidak nyaman. Kesimpulan: Komunikasi tentang seksualitas yang diberikan oleh orang tua dan pada usia yang sedini mungkin sangat berperan dalam mencegah perilaku seksual remaja yang berisiko tinggi. Pesan seksualitas sebaiknya diberikan dengan frekuensi yang sering dan kualitas yang baik. Isi pesan seksualitas lebih ditekankan pada penanaman nilai-nilai moral, cara mengendalikan dorongan seksual yang sehat dan sesuai agama, serta lebih selektif memilih teman dan menghindari paparan media pornografi.
Background: High risk teenage sexual behavior has become a problem of the community. Negative impact of such behavior is fatal for the future of teenagers and quality of future generation. Parents' communication has a major role in teenage sexual behavior. Objective: To analyze role of parents' communication in the prevention of high risk teenage sexual behavior. Method: The study was observational with cross sectional design. Data were obtained through indepth interview. Sampling used multi stage random sampling with as many as 250 respondents of grade 3 vocational school at Baturaja Municipality determined with proportional technique. Data analysis used univariate, bivariate, and multivariate methods. Result: Parents' communication was associated with teenage sexual behavior. The prevalence of high risk teenage sexual behavior was 1.7 times higher (RP=1.7 CI 95%=1.13-3.83) in parents having poor communication. Parents' communication could predict the incidence of high risk teenage sexual behavior as much as 9.3% after being controlled with variable of age, religiousity, media and peer. The result of analysis through indepth interview with teenagers sexually active showed there was communication about sexuality between parents and teenagers that was less open, content of moral massage was not clear and method of delivery was inconvenient. Conclusion: Communication about sexuality given by parents and at early age had important role in preventing high risk teenage sexual behavior. Message of sexuality should be given more often and with good quality. Content of sexuality message should be emphasized on moral values, method on how to control sexual drive healthily and according to religious belief, more selective in choosing friends and avoiding exposure from media of pornography
Kata Kunci : Komunikasi orang tua,Perilaku seksual remaja